balibercerita.com –
Kawasan suci di sekitar Pura Pengulapan, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, menjadi sasaran pembuangan limbah secara ilegal. Puluhan kantong plastik hitam berisi bulu ayam dan sisa kotoran ayam ditemukan menumpuk di lahan kosong yang berada di dekat areal pura, memicu keresahan warga dan pangempon pura karena berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu kesucian kawasan.
Temuan tersebut diketahui pada Rabu (10/6) pagi. Menindaklanjuti laporan warga, Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan bersama Pemerintah Desa Ungasan, Desa Adat Ungasan, dan pemangku pura langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Alit Juwita mengatakan, berdasarkan keterangan pemangku pura, sehari sebelumnya lokasi tersebut masih dalam kondisi bersih dan tidak ditemukan tumpukan sampah. “Informasi dari pemangku pura, sehari sebelumnya belum ada sampah di sana. Saat pagi hari baru diketahui ada tumpukan kresek hitam dalam jumlah cukup banyak,” ungkap Kadek Alit Juwita pada Kamis (11/6).
Keberadaan limbah bulu ayam itu dikhawatirkan menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, serta aktivitas umat yang datang bersembahyang ke Pura Pengulapan. Selain itu, pembuangan limbah di kawasan yang berdekatan dengan tempat suci dinilai sangat tidak bertanggung jawab dan mencederai upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, petugas bersama pemerintah desa dan desa adat memutuskan mengubur limbah tersebut di lokasi. Langkah ini dipilih karena bulu ayam tergolong limbah organik yang dapat terurai secara alami.
Meski demikian, hingga kini identitas pelaku pembuangan limbah masih menjadi misteri. Pemerintah bersama unsur terkait tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Diduga, limbah itu sengaja dibuang pada malam hari untuk menghindari pengawasan warga. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi lokasi yang relatif sepi saat malam hari. “Ini kami akan telusuri bersama siapa pelakunya,” tegas Alit Juwita. (BC5)

















