Mangupura, balibercerita.com –
Puncak Mangu di kawasan Gunung Catur, Kabupaten Badung, menjadi lokasi yang menarik bagi para pecinta hiking atau mendaki. Dengan semakin ramainya para pendaki maupun umat Hindu yang bersembahyang ke Pura Puncak Mangu, persoalan sampah tak bisa dihindari.
Sampah yang kemungkinan lupa dibawa kembali oleh pendaki, terlebih sampah plastik, akan mengotori kawasan pura maupun area sekitar Puncak Mangu. Beranjak dari permasalahan tersebut, Komunitas Laksana Becik di bawah naungan Yayasan Laksana Becik Bali, menginisiasi kegiatan bersih-bersih di Puncak Mangu, Sabtu (26/4). Kegiatan spontan ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada para pendaki agar selalu ingat untuk selalu membawa kembali sampah sisa mendaki.
Ketua Laksana Becik, Putu Resa Kertawedangga mengatakan, para pendaki diharapkan ikut peduli terhadap lingkungan yang mereka kunjungi saat mendaki. Minimal, sampah yang dibawa atau sisa makanan saat mendaki, agar dibawa kembali, dan jangan dibuang sembarangan di puncak. Hal ini penting selalu diingatkan, karena menjaga lingkungan bersih dan sehat menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami dari Komunitas Laksana Becik berusaha untuk terus mengingatkan kepada para pendaki agar selalu ingat membawa kembali sampah sisa makanan. Tentu hal ini untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, terutama dari sampah plastik,” katanya.
Kegiatan bersih gunung ini, kata Resa, akan terus dilakukan ke depannya. Meski pembersihan yang dilakukan belum maksimal, namun ia kembali menegaskan, upaya ini sebagai langkah untuk edukasi atau mengingatkan kembali untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Mari bersama menjaga lingkungan agar tetap bersih,” paparnya. (BC13)

















