Program Desa Adat Tanjung Benoa Dilanjutkan Walau Ada Bantuan Pemkab Badung

0
256
Tanjung Benoa
Bantuan daging ayam saat Galungan di Tanjung Benoa. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Walaupun Pemkab Badung telah menggelontorkan bantuan hari raya Rp2 juta per kepala keluarga saat momen hari raya Galungan, namun Desa Adat Tanjung Benoa tetap memberikan bantuan daging kepada krama gegem. Hal ini dikarenakan bukan semata untuk meringankan krama, namun juga bentuk komitmen mengembalikan pengelolaan aset dan potensi ekonomi desa adat kepada warga.

Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya menerangkan, pihaknya merasa berbahagia dengan bantuan Rp2 Juta per KK yang diberikan Pemkab Badung kepada masyarakat. Selain meringankan beban krama jelang hari raya, hal ini tentu merupakan bentuk realisasi program dan janji politik yang sebelumnya tercetus pasangan I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta. “Saya sangat berbahagia dengan direalisasikan program ini. Tentu mewakili krama saya mengucapkan terima kasih, karena janji beliau telah direalisasikan dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga:   Jalan Di Kuta Selatan Sering Kena Tumpahan Beton Ready Mix

Kendati demikian, program bantuan daging yang diberikan Desa Adat Tanjung Benoa kepada kerama tetap dijalankan. Sebab hal ini merupakan program kerja rutin 6 bulanan yang tentunya merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepada masyarakat. Hal yang dimaksud adalah mengembalikan laba yang diperoleh desa adat melalui unit usaha atas pengelolaan aset dan potensi perekonomian desa adat.

Baca Juga:   Cuaca Buruk, Sejumlah Maskapai Minta Perpanjangan Jam Operasional Bandara

Adapun 2 unit bagha utsaha Desa Adat Tanjung Benoa adalah LPD dan BUPDA. Kedua unit ini menjadi pilar penopang perekonomian desa adat, sekaligus roda penggerak program-program yang dicanangkan. Bagha ini memiliki peranan dalam pengelolaan potensi ekonomi di desa adat.

Dari hasil pengelolaan yang dilakukan, sebanyak 20 persen keuntungan yang diperoleh diberikan kepada desa adat untuk menjalankan programnya dan kemudian menyalurkannya kepada banjar 4 banjar adat yang ada.

Baca Juga:   Respons Permintaan Sapi Bali Saat Idul Adha, Karantina Pertanian Denpasar Lakukan Mitigasi 

“Dalam parum agung semua pengelolaan dan pendapatan desa adat dilaporkan kepada krama, jadi sangat transparan dan akuntabel. Jumlah krama gegem sebanyak 830 yang terbagi menjadi 4 banjar,” ungkapnya.

Petajuh Adat Banjar Purwa Shanti, Made Tromat menyampaikan terima kasih atas program bendesa bersama prajuru yang selama ini dirasakan sangat membantu meringankan beban krama Desa Adat Tanjung Benoa. Hal ini perlu dilanjutkan oleh siapapun bendesa nantinya dan diharapkan semakin meningkat ke depannya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini