Kawanan Lebah Melintas di Tol Bali Mandara, BKSDA: Fenomena Alami Akibat Perpindahan Koloni

0
1
Lebah Tol Bali Mandara
Kawanan lebah saat melintas di Jalan Tol Bali Mandara. (ist)

balibercerita.com –
Pengguna Jalan Tol Bali Mandara sempat dibuat waspada dengan kemunculan kawanan lebah dalam jumlah besar yang terpantau di beberapa titik jalur tol pada Minggu (19/4). Fenomena ini pun ramai diperbincangkan, lantaran terjadi di salah satu akses vital menuju kawasan pariwisata Bali.

Menanggapi hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali memastikan bahwa kemunculan lebah tersebut merupakan fenomena alami, bukan kejadian berbahaya seperti yang dikhawatirkan sebagian masyarakat.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko menjelaskan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan proses swarming, yakni perpindahan koloni lebah untuk mencari habitat baru yang lebih sesuai. “Ini bagian dari siklus alami lebah. Mereka berpindah karena faktor lingkungan, seperti perubahan suhu, cuaca, atau kondisi sarang yang sudah tidak mendukung,” jelasnya.

Baca Juga:   Jusuf Kalla Lantik Pengurus PMI Bali, Kagumi Megahnya PMI Center

Fenomena ini juga diperkuat oleh kajian akademisi, Ni Luh Putu Eswaryanti dari Fakultas FMIPA Universitas Udayana. Ia menyebutkan, kondisi musim pancaroba, panas terik, serta angin kencang dapat memicu lebah mencari tempat yang lebih nyaman untuk berkembang.

Baca Juga:   Dorong Kegiatan Fashion Internasional Diselenggarakan di Bali

Letak Tol Bali Mandara yang berdekatan dengan kawasan Tahura Ngurah Rai turut menjadi faktor pendukung. Kawasan hutan mangrove tersebut merupakan habitat alami lebah yang kaya sumber nektar. Sementara itu, struktur kolong dan terowongan tol dinilai menyediakan tempat berlindung yang relatif aman dari cuaca ekstrem maupun predator.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BKSDA Bali memastikan kondisi tetap terkendali. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat kejadian ini. Aktivitas lebah juga disebut bersifat sementara dan tidak menunjukkan perilaku agresif secara massal.

Baca Juga:   TPA Suwung Hanya Terima Residu, Badung Perkuat Pengolahan Sampah Organik

Namun demikian, pengguna jalan tetap diimbau untuk waspada. Pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintas di area terdampak, menggunakan pelindung diri, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu agresivitas lebah. “Jangan panik dan jangan mencoba mengusir kawanan lebah. Biarkan mereka berpindah secara alami,” tegas Ratna.

Ke depan, BKSDA Bali akan terus melakukan pemantauan di lokasi, berkoordinasi dengan pengelola tol serta instansi terkait sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. (BC5)