balibercerita.com –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi banjir, terutama di kawasan pariwisata Legian dan Seminyak. Kawasan aliran Tukad Mati masih menjadi titik paling rawan. Kondisi sungai yang bermuara langsung ke laut membuat aliran air sangat bergantung pada pasang-surut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengatakan, wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir yang harus menjadi perhatian serius. “Atas arahan bupati, semua perangkat daerah sudah bergerak sesuai tugas dan fungsinya. PUPR melakukan normalisasi sungai dengan mengangkut endapan tanah menggunakan truk, sedangkan Perkim juga turun melakukan penanganan sesuai kewenangannya,” jelas Murdika, Senin (30/9).
Berdasarkan informasi dari BPMD, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari–Februari 2026. Untuk itu, pihaknya fokus pada mitigasi sejak dini dengan meningkatkan kapasitas personel, kesiapan peralatan, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah sering menjadi penyebab tersumbatnya saluran air. Karena itu kami harapkan masyarakat disiplin tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kondisi bencana besar seluruh OPD harus bergerak serentak. BPBD, lanjutnya, siap menjadi koordinator agar proses evakuasi, penyelamatan, hingga pemulihan pascabencana bisa dilakukan cepat dan terarah. (BC5)



















