
Bangli, balibercerita.com –
Pondasi penting kehidupan manusia, termasuk manusia Bali adalah pendidikan. Karena tanpa pendidikan manusia tidak bisa melangkah menjulang tinggi. Demikian salah satu poin yang disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana melalui sambutannya dalam acara ground breaking pembangunan Rumah Susun Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, di kawasan kampus Bangli, Jumat (26/8) sore.
Menurut Ari Dwipayana, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tugas negara, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini kemudian menjadi komitmen pemerintah berupa membangun sumber daya manusia yang unggul dalam periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Membangun sumber daya manusia yang unggul tidak bisa dicapai begitu saja, melainkan harus dimulai dari hal mendasar, yakni kesehatan. “Jadi kalau orang tidak sehat, ia tidak mungkin bergerak menjadi manusia yang unggul. Dia tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi swadharmanya,” ujarnya.
Berbicara terkait pendidikan, menurutnya tidak lepas dari ekosistem. Di dalamnya terdapat infrastruktur dan pendukungnya. Seperti di UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat ini. Salah satu penopangnya adalah keberadaan rumah susun yang diperuntukkan sebagai asrama mahasiswa. “Kita juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi, karena di era beliau kita punya universitas Hindu negeri pertama. Hal ini penting untuk kita syukuri,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menegaskan, ke depan UHN I Gusti Bagus Sugriwa hendaknya tetap menjadi tempat pendidikan bagi seluruh umat Hindu, tak sebatas umat Hindu asal Bali yang diaspora ke berbagai daerah. “Ini (keberadaan rumah susun) misalnya bisa diintegrasikan dengan sistem beasiswa ke depan. Orang mendapat akses pendidikan, tapi dia juga tidak kesulitan untuk mendapat tempat tinggal sehingga menopang pendidikan itu dengan baik,” ucapnya.
Pria yang merupakan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud ini melanjutkan, diperlukan pula pendukung berupa transportasi publik untuk mengakses kampus kedepannya. Meski ada transportasi pribadi, namun menurutnya keberadaan transportasi publik yang mungkin bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah akan lebih baik sehingga bisa menekan kebutuhan biaya para peserta didik. “Ke depan dengan transisi ke energi baru terbarukan, motor listrik, mobil listrik, kita akan bisa menopang sistem pendidikan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya riset dan inovasi. Sehingga civitas akademika tidak ‘kuper’ (kurang pergaulan) dan menghasilkan talenta-talenta yang tak hanya mengejar pekerjaan, tetapi juga creating the job alias menghasilkan lapangan kerja.
Demikian pula ia mendorong agar perguruan tinggi kian menguatkan interaksi dengan warga sekitar dan komunitas. Dengan demikian, tidak seperti menara gading dan terlepas dari akarnya. Perguruan tinggi, selain memberi solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat, juga menjadi garda terdepan dalam konservasi budaya dan alam.
Terkait konservasi budaya, ia mengapresiasi salah satu langkah pihak UHN yang melestarikan lontar. Ia mendorong digitalisasi lontar dan juga pendalaman isinya dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan saat ini. Sementara konservasi alam, selain UHN Sugriwa yang kini melestarikan rusa dan merak, pihaknya berharap ke depan adanya lahan khusus untuk tanaman usadha atau berkhasiat obat.
Sementara, Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., berharap ke depannya bangunan di sekitar pintu masuk kampus dapat dilanjutkan pembangunannya serta difungsikan oleh pemerintah. Sehingga selain menambah estetika, juga bisa dimanfaatkan bagi penunjang pelaksanaan pendidikan. Demikian juga penataan lapangan serta pemugaran kolam renang. Hal ini menurutnya akan sangat bermanfaat bagi civitas akademika dan penduduk sekitar dalam bidang olah raga dan kesehatan. “Dengan ini kita ingin Bangli ini mendunia,” ujarnya.
Prof. Sudiana menyampaikan, sejauh ini UHN I Gusti Bagus Sugriwa aktif dalam berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Bahkan belum lama ini diadakan konferensi internasional sains dan teknologi yang penyelenggaraannya dipusatkan di kampus Bangli. Ke depan, dengan semakin banyak event berskala nasional maupun internasional, rektor berharap mendatangkan manfaat secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. (BC5)















