balibercerita.com –
Pengelola TPS 3R Sempidi Bumi Resik Asri, Hejotech mempercepat penanganan tumpukan sampah setelah diberikan tenggat waktu 15 hari oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Dalam proses tersebut, sekitar 300 ton sampah yang menumpuk di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, diangkut menuju TPA Suwung. Pengelola pun optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Manager Operasional Hejotech, Peter Noordiansyah mengatakan, proses pembersihan diupayakan selesai secepat mungkin, bahkan sebelum batas waktu yang diberikan berakhir. “Kami targetnya secepat-cepatnya. Sebelum 14 hari pun harus sudah beres. Yang penting lokasi ini bersih dan rapi karena mesin pengolahan kami juga sudah siap masuk,” ujar Peter saat ditemui Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, sejak Senin hingga Kamis, perusahaan mengirimkan sekitar 20 unit dump truck setiap hari ke TPA Suwung. Setiap kendaraan mengangkut sekitar 10 hingga 12 ton sampah sehingga volume tumpukan di TPS 3R Sempidi Bumi Resik Asri terus berkurang. Setelah seluruh sampah lama selesai diangkut, operasional pengelolaan sampah akan kembali berjalan normal.
“Ke depan, sampah yang masuk setiap hari langsung diproses sehingga tidak lagi menumpuk di area TPS 3R. Ini juga sembari menunggu mesin pengolahan tiba,” ungkapnya.
Peter mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sempat mempertimbangkan pengiriman sampah ke Tabanan melalui kerja sama dengan pihak swasta. Namun rencana tersebut urung dilaksanakan karena kapasitas penerimaan di lokasi tersebut hanya mampu menampung sekitar dua truk per hari. Sebagai alternatif, Hejotech memilih menggunakan jasa pengangkutan dengan sistem penuh (all in), sementara lokasi pembuangan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
Selain fokus mengurangi tumpukan sampah, Hejotech juga mulai mengaktifkan kembali layanan pengangkutan sampah milik pelanggan yang sempat terhenti selama beberapa pekan. Saat ini, tiga unit dump truck dikerahkan untuk mengejar pengangkutan sampah dari pelanggan.
“Sampah pelanggan kami sudah mulai kami angkut lagi hari ini. Yang bisa langsung masuk dump truck kami angkut langsung, sedangkan gang sempit dilansir menggunakan mobil kecil,” paparnya.
Di sisi lain, perusahaan juga tengah mempersiapkan pengoperasian mesin pengolahan sampah yang selama ini dinantikan. Selama mesin tersebut belum dipasang, pengelolaan masih dilakukan dengan memilah sampah organik dan anorganik sebelum diproses lebih lanjut menjadi bahan produksi.
“Kalau semua ini sudah beres, mesin segera masuk. Nanti juga akan ada kunjungan dari pemerintah maupun tamu dari Jakarta untuk melihat langsung kesiapan fasilitas pengolahan,” jelasnya. (BC9)


















