Bibit Siklon 93S Picu Hujan Lebat Tak Merata di Sejumlah Wilayah Bali

0
150
Hujan bali
Petugas BPBD menyusuri banjir di wilayah Kecamatan Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Perbedaan curah hujan yang mencolok terjadi di sejumlah wilayah Bali dalam 24 jam terakhir. Data Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas sangat lebat terjadi di Denpasar Barat, sementara wilayah lain seperti kawasan Bandara Ngurah Rai justru hanya mengalami hujan ringan. Kondisi ini dipengaruhi oleh dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 93S.

Berdasarkan pembaruan BMKG pada Minggu (14/12), pukul 01.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Timur, tepatnya pada koordinat 13,0 derajat Lintang Selatan dan 112,5 derajat Bujur Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam dengan tekanan minimum 1007 hPa.

Baca Juga:   Tomy Martana Dorong Penataan Pendatang untuk Kuta Selatan yang Lebih Tertib

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Eka Putra Wirawan, menjelaskan bahwa meskipun peluang bibit siklon berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat tergolong rendah, dampaknya terhadap cuaca di Bali sudah terlihat nyata. “Peningkatan suplai uap air menyebabkan hujan dengan intensitas yang tidak merata di berbagai wilayah Bali, mulai dari kategori ringan hingga sangat lebat,” ujarnya pada Minggu (14/12).

Baca Juga:   Sarana dan Prasarana Tak Lagi Memadai, RSUD Buleleng Segera Dirombak

Data Alat Rain Gauge (ARG) mencatat curah hujan di Denpasar Barat mencapai 139 milimeter per hari selama periode 13 Desember 2025 pukul 08.00 Wita hingga 14 Desember 2025 pukul 08.00 Wita, yang masuk kategori sangat lebat. Sebaliknya, Stasiun Meteorologi Ngurah Rai hanya mencatat 11,6 milimeter per hari atau kategori ringan pada periode yang sama.

Baca Juga:   Agus Harimurti Yudhoyono Dorong Kolaborasi Hijau di Bali Lewat Green Infrastructure Initiative

Selain hujan, BMKG juga mencatat potensi angin kencang serta peningkatan tinggi gelombang laut dengan kategori sedang di Selat Bali, Selat Lombok, dan perairan Alas bagian selatan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi laut dan nelayan.

BMKG memperkirakan pola hujan dengan intensitas yang bervariasi ini masih akan terjadi dalam tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya memperhatikan prakiraan cuaca umum, tetapi juga kondisi spesifik wilayah masing-masing, terutama daerah dengan riwayat banjir dan genangan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini