Hujan Deras, Luapan Tukad Mati Rendam Sejumlah Wilayah di Legian

0
148
Hujan Jalan Dewi Sri
Proses evakuasi wisatawan saat banjir yang terjadi di Jalan Dewi Sri IV, Kelurahan Legian, Kuta, Minggu (14/12). (ist)

balibercerita.com –
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Badung mengakibatkan debit air Tukad Mati meningkat hingga meluap, Minggu (14/12). Dampak luapan sungai tersebut menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, termasuk kawasan permukiman dan usaha warga di sekitar Jalan Dewi Sri.

Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan paling parah terjadi di Jalan Dewi Sri IV. Banjir mencapai pinggang orang dewasa ini memaksa warga serta wisatawan dievakuasi menggunakan perahu karet dan perahu fiber.

Lurah Legian, Putu Eka Martini menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sejak dini hari. Proses evakuasi bahkan telah dilakukan sejak pukul 04.00 Wita, khususnya terhadap warga yang membutuhkan penanganan khusus karena kondisi kesehatan.

Baca Juga:   Luh Sariani, Penjual Bunga di Ground Zero yang Setia Hadir Setiap Peringatan Bom Bali

“Jadi kami dibantu oleh tim BPBD Kabupaten Badung. Kemudian dari tim BPBD juga sudah menyiagakan satu unit perahu karet yang berada di kantor Lurah Legian,” ujar Eka Martini, di sela-sela membantu proses evakuasi.

Dalam penanganan banjir tersebut, pihak kelurahan juga mendapat dukungan dari Balawista Kabupaten Badung. Selain itu, koordinasi akan dilakukan dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Bali untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya volume air Tukad Mati.

“Jadi evakuasi pada hari ini kebanyakan adalah untuk evakuasi wisatawan yang akan check out ke bandara, maupun pindah vila atau pindah hotel, di mana vila yang mereka tempati itu sedang dalam keadaan banjir pada saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   AHY Tinjau Proyek Konservasi Pantai Kuta

Eka Martini menambahkan, meskipun genangan air tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah Legian, titik terparah masih berada di Jalan Dewi Sri IV. Adapun kawasan lain yang turut terdampak di antaranya Jalan Campuhan, Jalan Pandawa, Jalan Krisna, Jalan Prajanata, dan Jalan Sri Rama. “Ketinggian air bervariasi ya, tapi memang di Dewi Sri IV ini (paling tinggi),” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengaku, telah menerjunkan dua Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu proses evakuasi. Tim yang diterjunkan dilengkapi dengan dua perahu karet dan mesin pompa air untuk mengurangi genangan air.

Baca Juga:   FPRB Tanjung Benoa Diundang Jadi Pembicara di Forum Tsunami Global, BPBD Badung Sampaikan Apresiasi


“Kami juga dibantu oleh Linmas setempat, terutama di kawasan Legian dan Seminyak, untuk memastikan warga dapat segera dievakuasi dengan aman,” ujar Murdika.

Sedangkan Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma mengimbau, masyarakat untuk tetapmemelihara saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini diharapkan dapat mengantisipasi kembali terjadinya luapan air sungai. “Kami juga meminta warga yang tinggal di dekat pohon besar untuk lebih waspada dan memangkas ranting yang dapat membahayakan keselamatan,” imbuhnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini