Basarnas Bali Terima Kunjungan Konsulat Kanada, Perkuat Koordinasi Kelembagaan Penanganan Darurat

0
98
Konsulat Kanada
Perwakilan Konsulat Kanada saat berdialog dengan jajaran Basarnas Bali. (ist)

balibercerita.com —
Kunjungan perwakilan Konsulat Kanada bagian Konsuler, Manel Meddahi, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (1/12), menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman kelembagaan terkait sistem kerja Basarnas Bali. Pertemuan ini menyoroti bagaimana struktur komando, alur koordinasi, serta standar operasional Basarnas dijalankan dalam penanganan keadaan darurat, khususnya ketika melibatkan warga negara asing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya memaparkan mekanisme kerja institusinya yang beroperasi di bawah satu komando nasional. Pada level provinsi, kepala kantor memegang peran sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dengan kewenangan penuh mengatur pengerahan personel dan alutsista. Namun, secara struktural, komando dapat beralih ke Basarnas Pusat apabila bencana telah mencapai status nasional atau membutuhkan penanganan lintas wilayah.

Baca Juga:   Ini Sejumlah Daerah di Bali yang Hadapi Kemarau Ekstrem 

Penjelasan ini menjadi poin penting bagi Konsulat Kanada yang ingin memahami secara jelas tata kelola dan hirarki kewenangan ketika terjadi situasi kritis. Manel Meddahi memberi perhatian khusus pada bagaimana transisi komando dilakukan dan bagaimana lembaga-lembaga terkait bekerja sinergis dalam sebuah sistem yang telah terstandarisasi secara nasional.

Sidakarya kemudian mencontohkan penanganan bencana di Aceh yang baru-baru ini ditetapkan dalam status tanggap darurat. Dengan kerusakan besar dan banyaknya korban, operasional diarahkan langsung oleh Basarnas Pusat. Penguatan personel dan peralatan dari berbagai kantor SAR di sekitarnya menjadi wujud respons institusional yang terukur dan terkoordinasi.

Baca Juga:   Perayaan Puncak “Mangucita” HUT ke-16 Kota Mangupura, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Ajak Masyarakat Membangun Kabupaten Badung

Koordinasi antara Basarnas Denpasar dan Konsulat Kanada kembali diuji pekan lalu saat satu warga negaranya terjebak dalam bencana di Aceh. Dalam konteks kelembagaan, respons cepat itu menunjukkan bagaimana alur komunikasi antarinstansi, baik di tingkat daerah maupun internasional, mampu berjalan efektif. “Informasi yang akurat dan tersampaikan tepat waktu sangat menentukan langkah berikutnya di tingkat konsuler,” ujar Sidakarya.

Baca Juga:   Belum Semua Penerbangan Internasional Kembali Beroperasi di Bandara Ngurah Rai

Manel menegaskan bahwa kebutuhan informasi dari pihaknya semata-mata untuk kepentingan institusional, sehingga Konsulat Kanada dapat menjalankan fungsi perlindungan warga negara secara profesional dan bertanggung jawab. Di tengah meningkatnya intensitas bencana di Indonesia, kejelasan peran tiap lembaga menjadi landasan penting untuk memastikan respons yang efisien.

Mengakhiri rangkaian kunjungan, perwakilan Konsulat Kanada meninjau Ruang Siaga SAR, fasilitas yang menjadi pusat pengendalian operasi. Ruangan ini memperlihatkan bagaimana sistem informasi, komunikasi, dan koordinasi yang dijalankan Basarnas ditata secara terstruktur untuk menjamin kesiapsiagaan setiap saat. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini