Aktivitas di DPRD Badung Tetap Normal di Tengah Isu Demo

0
205
DPRD Badung
Anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria saat menerima audiensi dari prajuru dan panitia karya di Pura Dalem Bekak, Mengwi, di ruang rapat Bapemperda, Sekretariat DPRD Badung, Selasa (2/9). (ist)

balibercerita.com –
Meski sempat beredar isu akan adanya aksi demo, aktivitas di gedung DPRD Badung pada 1–2 September 2025 tetap berlangsung lancar. Para anggota dewan tetap masuk kantor seperti biasa, bahkan sebagian juga menjalankan kegiatan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Salah satu anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria, menerima aspirasi masyarakat dari prajuru dan panitia karya di Pura Dalem Bekak, Mengwi. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Bapemperda, Sekretariat DPRD Badung, Puspem Badung.

Dalam kesempatan itu, ia hadir mewakili Ketua DPRD Badung, didampingi jajaran perangkat daerah seperti Kadispar I Nyoman Rudiartha, Kadisbud Gede Eka Sudharwita, Plt. Kepala BPKAD Ketut Wisuda, serta Plt. Sekwan I Gede Surya Kurniawan.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Libur Idul Adha dan Libur Sekolah

Rombongan panitia dipimpin oleh Kelian Pemaksan Pura Dalem Bekak, Ketut Ngurah Sudiarta, bersama Kelian Adat IB Oka, Perbekel Mengwi, I Nyoman Suwardana, Sekdes Putu Suwadnyana, serta prajuru dari masing-masing banjar.

Nyoman Satria menegaskan, isu demo tidak memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. “Kami berkomitmen untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat,” ujar politisi asal Mengwi tersebut, Selasa (2/9).

Hal serupa juga dilakukan Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. Politisi asal Kuta itu tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa di kantor dewan. Bahkan, pada Senin (1/9), saat isu demo merebak, ia mendampingi eksekutif mengajak tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Badung untuk bersama menjaga kerukunan dan kedamaian di daerah.

Baca Juga:   Bali Diminta Jadi Pionir Nasional dalam Gerakan Lingkungan Hidup

“Kami mengajak seluruh masyarakat, mari kita bersama-sama untuk menjaga Bali dari hal-hal bersifat anarkis. Karena bagaimanapun juga kita hidup di Bali adalah hidup dengan kedamaian. Bali adalah daerah yang menjadi impian dunia dan Bali adalah daerah yang menjadi destinasi pariwisata dunia internasional,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kerja Ilegal sebagai Terapis Spa di Kuta, Empat Wanita Vietnam Dideportasi

Anom Gumanti juga menekankan, penyampaian aspirasi merupakan hal yang sah dilakukan semua pihak, asalkan sesuai aturan hukum dan tidak mengarah pada tindakan anarkis.

“Kita semua punya prinsip bahwa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat, adik-adik mahasiswa dan mahasiswi dalam menyampaikan aspirasi tentu mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku, agar murni menyampaikan aspirasi tanpa ditunggangi hal-hal yang berbau anarkis. Terima kasih atas semuanya, mari kita bersama-sama menjaga Bali dan Kabupaten Badung,” terangnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini