balibercerita.com –
Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali kembali menggelar Pasar Murah “Pekenan Galungan dan Kuningan”. Kegiatan rutin enam bulanan yang berlokasi di depan kantor Gubernur Bali, Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Minggu (14/6) pagi tersebut, langsung diserbu ribuan warga.
Langkah ini menjadi strategi konkret dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah lonjakan kebutuhan hari raya. Sebanyak 45 lebih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dilibatkan dalam acara ini. Demi menekan harga jual agar tetap ramah di kantong, pihak penyelenggara menggratiskan seluruh biaya stan bagi para pelaku usaha.
Ketua FKLJK Provinsi Bali, I Nyoman Sudharma menyatakan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian sektor jasa keuangan terhadap perekonomian kerakyatan. “Kegiatan ini dilaksanakan setiap Galungan, tentunya dalam rangka mendukung program penanganan inflasi jelang hari raya Galungan dan Kuningan,” ujarnya di sela-sela peninjauan stan. Ia menambahkan, komitmen ini akan terus dijaga demi mendukung kesejahteraan masyarakat Bali lewat kearifan lokal.
Acara yang turut dihadiri oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra ini juga menjadi ajang edukasi keuangan digital yang unik. Panitia menyediakan 15.000 paket canang yang disubsidi penuh dan dijual hanya seharga Rp157 per paket melalui pembayaran QRIS. Tak butuh waktu lama, belasan ribu canang tersebut ludes dalam waktu 1 jam.
Direktur PEPK OJK Provinsi Bali, Irhamsyah menjelaskan bahwa nominal unik tersebut sengaja dipilih sebagai strategi melekatkan nomor layanan resmi OJK di benak masyarakat. “Rp157 dipilih untuk mengingatkan masyarakat terkait pengaduan OJK di nomor 157, dengan pelayanan 24 jam,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irhamsyah menyebut angka tersebut mengusung filosofi satu layanan untuk Indonesia maju. Guna memperkuat literasi keuangan, OJK juga menyiagakan mobil Simolek di lokasi pasar murah.
Melalui fasilitas ini, masyarakat yang datang berbelanja dapat berkonsultasi langsung mengenai produk jasa keuangan yang legal, sekaligus mendapatkan edukasi dini agar tidak terjebak dalam jeratan pinjaman online ilegal maupun investasi bodong yang marak mengincar masyarakat menjelang hari raya. (BC18)

















