Jalan Di Kuta Selatan Sering Kena Tumpahan Beton Ready Mix

0
9
Tumpahan ready mix
TCR Dinas PUPR Badung saat membersihkan tumpahan ready mix yang tercecer di badan jalan kampus Unud, Jimbaran. (ist)

balibercerita.com
Pesatnya pembangunan akomodasi wisata dan berbagai proyek infrastruktur di Badung Selatan membawa konsekuensi baru bagi keselamatan pengguna jalan. Meningkatnya lalu lintas truk pengangkut beton siap pakai (ready mix) menyebabkan tumpahan material konstruksi semakin sering ditemukan di sejumlah ruas jalan, terutama pada jalur-jalur menanjak menuju kawasan pariwisata.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan harus diimbangi dengan kepatuhan pelaku usaha terhadap aspek keselamatan transportasi. Pasalnya, kasus tersebut bukan lagi kejadian insidental. Tingginya aktivitas pembangunan di wilayah Jimbaran, Ungasan, Kutuh hingga Pecatu membuat tumpahan material konstruksi hampir rutin ditemukan setiap pekan.

Baca Juga:   Jemput Bola hingga Hotel, Imigrasi Ngurah Rai Pastikan WNA Terdampak Pembatalan Penerbangan Tetap Aman dan Terlayani

“Bisa jadi setiap minggu ada. Karena perkembangan pariwisata di Kuta Selatan sangat signifikan. Banyak proyek yang sedang membangun sehingga kebutuhan ready mix juga tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, titik-titik rawan tumpahan tidak hanya terjadi di Jalan Raya Udayana menuju kawasan kampus, tetapi juga di sejumlah jalur tanjakan seperti Simpang Nirmala hingga kawasan Pura Ratu Gede Jimbaran. Kondisi geografis Badung Selatan yang didominasi tanjakan dan turunan menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan pengangkut material.

Baca Juga:   Dampak Konflik Thailand-Kamboja, Bali Jadi Alternatif Aman Wisatawan

Meski tidak langsung merusak konstruksi jalan, beton yang mengering di permukaan aspal dapat menciptakan permukaan tidak rata dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Karena itu, setiap laporan yang masuk langsung ditangani Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR Badung melalui pengerukan dan pembersihan material yang menempel di badan jalan.

Baca Juga:   Dua Perupa Beda Aliran Bertemu Dalam "Transendensi"

Dinas PUPR Badung meminta perusahaan pengangkut readymix memastikan armada dalam kondisi layak dan tidak membawa muatan melebihi kapasitas agar material tidak tercecer selama perjalanan. “Diharapkan pelaku usaha readymix memperhatikan kondisi kendaraan dan kapasitas muatannya agar tidak melebihi batas. Dengan begitu, risiko tumpahan beton di jalan dapat diminimalkan,” tegas Teddy. (BC5)