Bali Bersiap Masuki Awal Musim Hujan

0
324
Hujan
Hujan. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Beberapa wilayah di Bali beberapa hari belakangan telah diguyur hujan. Namun, hal itu ternyata bukan menjadi pertanda bahwa Bali mulai memasuki musim hujan. Sebab, awal musim hujan di wilayah Bali diperkirakan terjadi pada minggu ketiga bulan November.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya menerangkan, hujan yang terjadi di beberapa wilayah Bali tergolong masih belum mencapai 50 milimeter. Hal ini menandakan bahwa saat ini Bali belum memasuki awal musim hujan. 

“Kriteria musim hujan adalah apabila dalam satu dasarian atau 10 hari curah hujan itu harus 50 milimeter dan diikuti oleh dasarian berikutnya. Sedangkan saat ini hujan tidak sampai 50 milimeter,” katanya belum lama ini.

Hujan yang terjadi belakangan ini dinilai merupakan tanda dari awal transisi musim panas ke musim hujan. Sebab, kecenderungan hujan terjadi secara sporadis dan singkat, bukan tergolong pola musim hujan yang biasanya berlangsung secara berkelanjutan dan merata. Ia mengingatkan masyarakat bahwa periode musim kemarau di Bali belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga:   Pemkab Badung Kembali Gelontorkan Bantuan Hari Raya Galungan, Ringankan Beban 83 Ribuan KK Umat Hindu

Awal musim hujan 2023 Provinsi Bali diprakirakan terjadi di wilayah Bali bagian tengah, disusul wilayah lainnya. Wilayah terakhir yang masuk musim hujan adalah daerah Nusa Penida dan pesisir utara Bali seperti daerah Gerokgak. Sementara, puncak musim hujan sesuai prediksi BMKG, 95 persen wilayah Bali masuk puncak musim hujan pada bulan Januari dan sisanya akan masuk di bulan Februari.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Bali BBMKG Wilayah III Denpasar, Aminudin Al Roniri, S.P., M.Si. Menurutnya, walaupun beberapa hari belakangan wilayah Bali tengah, selatan, dan beberapa di Bali Barat terpantau mulai diguyur hujan, namun awal musim hujan diprakirakan terjadi pada minggu ketiga bulan November. Pada tanggal 20 November nanti diperkirakan wilayah Bali Tengah berpeluang terjadi hujan cukup tinggi, yang mencapai di atas 70 persen.

Baca Juga:   Wakili Ketua DPRD Badung, Made Sudira Hadiri Pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran Masa Bakti 2026–2031

Untuk mengantisipasi datangnya musim hujan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi terjadinya bencana. Hal itu disampaikan berkaca dari studi kasus banjir yang terjadi di wilayah Kebo Iwa, Denpasar, beberapa hari lalu. Saat Bali mengalami musim kemarau panjang, terkadang maayarakat lupa akan kondisi drainase dan sungai. Untui itu perlu dipastikan kesiapan kondisi sungai dan drainase agar siap menghadapi musim hujan.

Baca Juga:   Tingkatkan Layanan Publik, Badung Launching Limossin dan Gerai Adminduk 

Yang tidak kalah penting untuk dipastikan adalah kondisi daerah hulu yang merupakan daerah hutan. Hal ini perlu dipastikan berkaca dari beberapa kejadian banjir bandang yang pernah terjadi di wilayah Bali Barat. Sebab, kondisi tanah yang saat ini renggang akibat kemarau tentu cenderung labil dan berpotensi terjadi longsor ataupun banjir ketika diguyur hujan. 

Begitu juga dengan kondisi pohon perindang jalan yang wajib dipastikan, agar ketika terjadi hujan deras hal itu tidak sampai berakibat fatal bagi pengendara maupun masyarakat. “Karakteristik saat mulai memasuki nusim hujan itu adalah hujan lebat tiba disertai angin kencang dan kilat petir yang berdurasi singkat. Ini yang perlu diwaspadai pasca kemarau panjang agar tidak sampai menimbulkan korban maupun kerugian bagi masyarakat,” imbaunya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini