Wakili Ketua DPRD Badung, Made Sudira Hadiri Pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran Masa Bakti 2026–2031

0
117
DPRD Badung
Foto bersama usai pengukuhan. (ist)

balibercerita.com –
Mewakili Ketua DPRD Badung, anggota DPRD Badung, anggota DPRD Badung, Made Sudira menghadiri acara pengukuhan Kelian Desa Adat Jimbaran terpilih, I Putu Subamia, beserta jajaran Prajuru Desa Adat, Sabha Desa, dan Kerta Desa Desa Adat Jimbaran. Hadir pada acara tersebut, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa

Pengukuhan tersebut untuk masa ayahan Isaka 1947–1952 atau masa bakti tahun 2026–2031. Acara berlangsung di Pura Ulun Swi, Desa Adat Jimbaran, pada Sabtu (3/1). Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Jimbaran.

Baca Juga:   Ride Electric IM Tyranno Mengaspal di Bali

Usai acara, Made Sudira menyampaikan dukungan penuh sekaligus mengucapkan selamat kepada kelian dan seluruh pengurus desa adat yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa peran desa adat sangat vital dalam menjaga identitas budaya sekaligus bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan adat serta memperkuat peran desa adat dalam menjaga tatanan budaya, harmonisasi sosial, dan kearifan lokal, khususnya di wilayah Jimbaran yang terus berkembang pesat,” ucapnya.

Baca Juga:   Magisnya Tari Baris Panah Desa Adat Bungaya

Ia menilai pengukuhan itu bukan sekadar pelantikan, tetapi komitmen besar untuk menjaga adat, budaya, dan tradisi yang menjadi ciri masyarakat Bali. Ia berharap para pengurus baru mampu menjalankan amanah dengan baik, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan di tengah pertumbuhan kawasan Jimbaran sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas masyarakat.

Baca Juga:   ITB Juara Lomba Debat Energi Pertamina Goes to Campus 2025

Sudira juga berharap prajuru yang baru dilantik dapat menghadirkan suasana kepemimpinan yang inklusif serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh krama desa. “Dengan sinergi kuat antara desa adat dan pemerintah, kita bisa melanjutkan pembangunan yang berpihak pada masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi kekuatan Bali,” tutupnya. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini