Kasus Ulah Pati Kembali Muncul, Graha Wicaksana Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental

0
112
Ulah pati
Ketua Komisi IV DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana. (BC10)

balibercerita.com –
Sebuah jembatan di Kecamatan Petang, Badung, kembali menjadi lokasi ulah pati pada Jumat (2/1). Padahal, Pemkab Badung telah melakukan pencegahan dengan memasang pagar pengaman dan CCTV di lokasi.

Hal ini pun menjadi sorotan Ketua Komisi IV DPRD Badung, Nyoman Graha Wicaksana. Pihaknya menilai, perlu ada langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti dengan menjaga kesehatan mental.

Menurut Graha Wicaksana, selain pengamanan fisik, diperlukan langkah antisipatif lain untuk menekan potensi kasus, salah satunya dengan mengurangi beban psikologis masyarakat melalui layanan konseling. Dalam hal ini, peran Dinas Kesehatan dinilai penting untuk mengambil langkah-langkah preventif.

Baca Juga:   Nataru, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat

“Kalau kita lihat tingkat bundir di Provinsi Bali dibandingkan provinsi-provinsi yang lain itu kan sangat tinggi sekali, bahkan Bali yang nomor satu. Nah ini memang harus ada kajian-kajian yang lebih mendalam apa penyebabnya itu sehingga langkah-langkah berikutnya bisa diantisipasi,” paparnya.

Ia menduga tingginya angka ulah pati dipicu oleh persoalan kesehatan mental dan tingkat frustasi yang mendorong seseorang mengambil jalan pintas. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diantisipasi dengan menyediakan ruang atau layanan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah, seperti hotline konseling yang telah diterapkan di sejumlah negara.

Baca Juga:   Bali Tuan Rumah Pertama Conference Parties Minamata Convention on Mercury

Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Badung maupun Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan kajian menyeluruh terkait faktor penyebab kasus bunuh diri. “Apakah tingkat kebahagiaan masyarakat Bali itu jauh lebih rendah daripada provinsi-provinsi yang lain? Nah ini harus diselami apa penyebabnya,” ungkapnya.

Baca Juga:   KKN UHN IGB Sugriwa, Gelar Pelatihan Membuat dan Memasang Sanggul Bali

Setelah faktor penyebabnya diketahui, Graha Wicaksana menegaskan, pemerintah harus hadir dengan langkah konkret untuk melakukan pencegahan. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan membangun pagar pengaman, tetapi harus menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat.

“Pokok masalahnya apa? Kan kefrustasian itu. Iya kan, pokok masalahnya kan itu, tekanan mentalnya. Nah itu yang harus dicari dulu apa penyebabnya dan diselesaikan,” jelasnya. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini