Sejarah ITDC dan Perjalanannya Mencapai Usia Emas 

0
71
ITDC
Kawasan The Nusa Dua. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) genap berusia 50 tahun pada Minggu (12/11). Semula, BUMN pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia ini bernama Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang didirikan pada tahun 1973. Seiring dengan rencana pemerintah dalam strategi pengembangan pariwisata di Indonesia, pada tanggal 16 Mei 2014, BTDC berubah nama menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC.

BTDC digagas pada tahun 1969. Saat itu, Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Program (UNDP) berinisiatif untuk melakukan studi bersama dalam rangka mengembangkan pariwisata di Bali. Hal ini terinspirasi oleh hasil studi pariwisata Badan Pariwisata Perancis, SCETO yang salah satu rekomendasinya adalah membangun lebih banyak hotel bertaraf internasional di Bali, untuk menampung wisatawan asing. Sebab, diperkirakan hingga tahun 1975 hanya ada 1.800 unit kamar bertaraf internasional yang dibangun di Kuta dan Sanur. Padahal menurut studi tersebut, diperlukan sekitar 3.800 hingga 4.700 unit kamar hotel bertaraf internasional pada tahun 1980. 

SCETO juga merekomendasikan agar rencana induk pariwisata Bali berbasis pembangunan ekonomi, di mana taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat akan ditingkatkan tanpa mengorbankan nilai-nilai kebudayaan serta struktur sosial kehidupan masyarakat Bali dan lingkungan hidup

Baca Juga:   Air Terjun Goa Gong di Sulangai Kini Resmi Menjadi DTW 

Pada tahun 1972, Pemerintah Indonesia dan UNDP kemudian menunjuk Pacific Consultant International untuk membuat cetak biru Kawasan Pariwisata Terpadu Nusa Dua. Untuk mengimplementasikan cetak biru tersebut, pada tahun 1973 didirikan BUMN PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) yang lebih dikenal dengan nama Bali Tourism Development Corporation (BTDC). BTDC bertugas untuk menyiapkan lokasi pembangunan, menyiapkan cetak biru yang lebih terperinci, dan menciptakan infrastruktur standar internasional yang dapat menarik minat investor ke Nusa Dua Resort. Tahun 1980, hotel pertama di Nusa Dua dibuka yaitu Nusa Dua Beach Hotel yang mempunyai 450 kamar.

Setelah BTDC ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengelola kawasan Mandalika di Lombok Selatan pada tahun 2008, maka pada tahun 2014 BTDC berubah nama menjadi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Hal itu dikarenakan cakupan pengelolaan pariwisata mereka tidak hanya di Bali saja, tetapi juga di luar Bali. Pada bulan Januari 2023, pemerintah Indonesia kemudian secara resmi menyerahkan mayoritas saham ITDC ke Aviasi Pariwisata Indonesia.

Memiliki luas 350 hektar, saat ini di Nusa Dua terdapat 14 hotel bintang lima, 3 hotel bintang empat serta 3 luxury villa. Terdapat 2 convention center serta total kurang lebih 120 meeting room. Fasilitas lain adalah 1 rumah sakit bertaraf internasional, lapangan golf, theater Devdan Show, Museum Pasifika, beach club, shopping center, dan Pulau Peninsula sebagai lahan terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai event nasional maupun internasional. 

Baca Juga:   Penuh Cobaan, Perjuangan Umat Hindu Banyuwangi Dirikan Pura Agung Blambangan

Selain melakukan perbaikan,  pelebaran jalan, dan pembangunan kawasan, kawasan The Nusa Dua juga ditingkatkan keamanan dan menyiapkan bangunan untuk para petugas keamanan. Selain itu dibangun juga Command Centre yang diresmikan tanggal 16 September 2018, untuk mengintegrasikan seluruh elemen tugas gabungan pengamanan

Saat ini, ITDC dipercaya untuk mengembangkan dan mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika/The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan kawasan The Golo Mori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama ITDC Ari Respati, menyampaikan rasa bangga merayakan perjalanan gemilang ITDC yang telah mencapai usia 50 tahun. Selama 5 dekade ini, ITDC telah menjadi pionir dalam mengubah lanskap pariwisata Indonesia, membawa kontribusi positif yang tak terhitung jumlahnya bagi negara. Pada 13-15 Oktober 2023 lalu, ITDC telah sukses menyelenggarakan Pertamina Grand Prix of Indonesia (Indonesian GP) di Pertamina Mandalika International Circuit di NTB. Event balap internasional ini menarik lebih dari 103.000 penonton dan memberikan dampak ekonomi nasional lebih dari Rp4,5 triliun selama 3 hari event berlangsung.

Baca Juga:   Jelang MotoGP, Garuda Buka Penerbangan Surabaya-Lombok

ITDC juga secara aktif mengundang investor lokal dan internasional untuk berpartisipasi dalam pengembangan KEK Pariwisata Mandalika. Sebagai wujud komitmen, ITDC telah menandatangani kerjasama investasi dengan empat investor pada 1 November 2023. Investasi ini melibatkan pengembangan berbagai fasilitas, termasuk Pacuan Kuda, Wibit Water Sport, Circuit Cafe, Mandalika Circuit Experience, dan Mandalika Racing Experience serta akomodasi.

Sementara, The Golo Mori/Golo Mori Convention Center (GMCC) di NTT, adalah penugasan ketiga dari Pemerintah kepada ITDC untuk menjadi venue KTT ASEAN ke-42 pada Mei 2023. Melalui penyelenggaraan sejumlah event di kawasan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori, pihaknya berupaya menciptakan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Merayakan pencapaian 50 tahun ITDC membuka peluang kerja sama bagi investor dan penyelenggara event/kegiatan MICE, olahraga, dan hiburan untuk bersama-sama menggeliatkan pariwisata dan ekonomi di Bali, NTB, NTT, bahkan di seluruh Indonesia. Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga akan memperkuat karakteristik kawasan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori sebagai destinasi pariwisata unggulan yang dikenal di seluruh dunia,” terangnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini