balibercerita.com –
Selama 21 hari pelaksanaan Posko Layanan Terpadu Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, manajemen pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat tingginya permintaan penerbangan tambahan. Hingga pertengahan periode posko, tercatat sebanyak 544 pengajuan extra flight dari sejumlah maskapai penerbangan.
Seluruh pengajuan tersebut merupakan penerbangan rute domestik, sementara untuk rute internasional hingga saat ini belum terdapat permohonan tambahan penerbangan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan bahwa hingga Rabu (17/12), pihaknya telah menerima 544 pengajuan tambahan jadwal penerbangan dari enam maskapai. Extra flight tersebut seluruhnya melayani rute domestik menuju empat kota utama, yakni rute Jakarta (Cengkareng) dengan total 436 pergerakan, Surabaya sebanyak 72 pergerakan, Makassar 18 pergerakan, serta Tambolaka sebanyak 18 pergerakan.
Adapun maskapai yang mengajukan extra flight meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Indonesia AirAsia, Sriwijaya Air, dan Batik Air. Ahmad Syaugi Shahab yang juga menjabat sebagai Deputi General Manager Airport Operation and Security Services menuturkan bahwa mayoritas pengajuan extra flight merupakan penerbangan masuk ke Bali. “Kebanyakan yang diajukan adalah penerbangan yang masuk ke Bali. Nanti saat arus balik diperkirakan juga akan terjadi hal yang sama,” ujarnya.
Ketua Posko Layanan Terpadu Monitoring Angkutan Nataru 2025/2026 Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ibnu Solikin menambahkan, pengajuan extra flight untuk keberangkatan (departure) menyediakan total kapasitas sebanyak 49.724 tempat duduk (seat). Sedangkan untuk penerbangan kedatangan (arrival), kapasitas yang disiapkan mencapai 48.289 seat. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan pergerakan penumpang selama puncak arus mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru di Bali. (BC5)


















