Tiga Dekade Patria, Semangat “Abhikkama” Bergema dari Denpasar

0
21
Patria
Puncak perayaan tiga dasawarsa Patria yang digelar Minggu (22/2), di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
Organisasi kepemudaan Buddhis aliran Theravāda, Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), genap berusia 30 tahun pada Desember 2025. Puncak perayaan tiga dasawarsa tersebut digelar pada Minggu, 22 Februari 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar. Mengangkat tema “Abhikkama” yang berarti “Maju Terus”, peringatan ini menjadi penanda tekad organisasi untuk terus melangkah ke depan.

Sebagai wadah pembinaan generasi muda Buddhis, Patria membawa visi membentuk pemuda yang bermoral, berprestasi, dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara. Selama satu tahun sejak Maret 2025, kader Patria yang tersebar di 24 provinsi dan 99 kota/kabupaten di Indonesia telah mengimplementasikan semangat Abhikkama melalui berbagai kegiatan nyata.

Baca Juga:   Lomba Tapel Ogoh-ogoh Mangucita Semarakkan HUT ke-16 Mangupura

Rangkaian acara puncak diisi dengan beragam aktivitas sosial dan budaya, antara lain donor darah, festival lampion, serta piṇḍapāta di Lapangan Puputan Badung. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan praktik Buddhis yang sederhana dan penuh kerendahan hati kepada masyarakat luas, termasuk agenda Walk of Peace.

Momentum perayaan ini juga terasa istimewa karena sebelumnya, pada Juni 2025, Patria sukses menyelenggarakan Porseni Nasional VI. Ajang tersebut memperoleh pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Olahraga dan Seni Pemuda Buddhis Nasional nomor satu di Indonesia. Kegiatan ini diikuti hampir 1.000 peserta dari 24 provinsi yang bertanding dalam 26 cabang lomba untuk memperebutkan Piala Saṅghapāmokkha rancangan Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera.

Baca Juga:   Intake Estuary PDAM Badung Rusak Akibat Banjir, Perbaikan Dikebut

Ketua Umum DPP Patria, Ir. Michael Kirana Sutiono, S.T., menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan arah gerak organisasi ke depan. “Dalam konteks spiritual, abhikkama bukan sekadar slogan, melainkan tekad untuk terus bergerak maju dalam spiritual, meninggalkan kebiasaan buruk, dan mengembangkan kebajikan. Dengan hal inilah, beliau berharap semangat abhikkama dapat hidup dalam hati setiap kader Patria, menjadi dorongan untuk jangan malas, jangan stagnan, tetapi maju,” ujarnya.

Perayaan ini dihadiri ratusan undangan dan kader dari berbagai daerah, termasuk delegasi mitra internasional dari World Fellowship of Buddhist Youth (WFBY) seperti Thailand, Korea Selatan, Malaysia, dan Sri Lanka. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya jejaring persaudaraan Buddhis lintas negara.

Baca Juga:   Imbas Konflik Timur Tengah, Penerbangan Qatar Airways dari Bali ke Doha Sempat Dibatalkan

Menurut panitia, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai kataññukatavedi yakni kesadaran untuk mengingat dan membalas jasa para pendahulu yang telah membangun organisasi. “Perayaan ini juga menjadi sarana penguatan nilai kataññukatavedi, mengingat budi baik dan membalas budi, kepada para pendahulu yang telah berkontribusi dalam perjalanan Patria,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPP Patria turut meluncurkan buku berjudul “30 Tahun Perjalanan Patria – Abhikkama”. Buku ini memuat rekam jejak pengabdian organisasi selama tiga dekade sekaligus diharapkan menjadi warisan inspiratif serta penunjuk arah bagi generasi penerus menuju Indonesia Emas. (BC18)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini