Target Suplai Air 70 Liter per Detik ke Pecatu Tercapai Lebih Awal

0
45
Air Pecatu
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Made Suarsa saat meninjau simulasi distribusi air ke Pecatu. (ist)

balibercerita.com –
Upaya pengentasan krisis air bersih ke wilayah Pecatu menunjukkan hasil positif. Bahkan, sebelum Februari 2026, target pengiriman air sebesar 70 liter per detik telah tercapai. Capaian ini merupakan hasil dari strategi alternatif yang ditempuh Perumda Air Minum Tirta Mangutama setelah menghadapi kompleksitas perizinan pemasangan pipa bawah laut.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Wayan Suyasa menjelaskan, pemenuhan air bersih ke Pecatu awalnya direncanakan melalui pemasangan pipa. Namun, melihat banyaknya perizinan yang harus dipenuhi, perumda mengambil plan B dengan melakukan pengadaan sistem perpompaan. Investasi yang dikeluarkan mencapai hampir Rp16 miliar, mencakup pengadaan empat unit pompa beserta jaringan pendukungnya.

“Dengan pengadaan pompa ini, ternyata kami sudah bisa mengalirkan air 70 liter per detik. Jadi sebelum Februari sebenarnya target itu sudah tercapai,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga:   Banggar DPRD Badung Bahas LKPJ Bupati 

Meski demikian, distribusi air tersebut tidak dilakukan secara instan tanpa perhitungan. Perumda masih melakukan cross check dan simulasi jaringan, terutama dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk dan munculnya proyek-proyek permukiman baru. Simulasi jaringan telah dilakukan sejak Desember 2025 dan terus diperbarui seiring bertambahnya kapasitas pompa baru.

“Pengadaan pompa baru memberikan tambahan signifikan, sehingga simulasi jaringan juga terus kami perbarui. Kami sangat berharap masukan dari masyarakat untuk mengetahui kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Terkait rencana pemasangan pipa bawah laut, Perumda memastikan kegiatan tersebut masih berjalan sesuai tahapan. Kendala utama berada pada aspek perizinan yang melibatkan banyak instansi. Jalur pipa berada di area strategis bawah tol yang bersinggungan dengan berbagai utilitas, seperti Pertamina, PLN, Telkom, jaringan fiber optik, hingga kawasan bandara.

“Perizinannya memang sangat kompleks. Bahkan kemarin ada sekitar 20 instansi turun langsung ke lapangan. Saat ini dua kesepakatan sudah ditandatangani dan proses perizinan terus dilengkapi,” katanya.

Baca Juga:   BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali 11–18 Desember 2025 Akibat Bibit Siklon Tropis 93S

Jika pipa bawah laut rampung, pelayanan air akan lebih fleksibel dan terfokus ke wilayah timur maupun barat. Sistem pengaturan aliran cukup dilakukan dengan pengoperasian valve, sehingga distribusi bisa diarahkan sesuai kebutuhan. Bahkan saat ini, sebagian wilayah sudah dapat dilayani melalui jalur Kampial berkat hasil simulasi jaringan.

Meski aliran air mulai lancar, perumda mengingatkan masyarakat untuk tetap menyiagakan tandon air. Hal ini penting mengingat wilayah Pecatu berada di dataran tinggi dan membutuhkan hingga tujuh kali proses pompa. Jika terjadi gangguan pada satu titik pompa, pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan seperti listrik, melainkan bertahap.

“Tandon itu wajib. Gangguan bisa datang dari faktor eksternal seperti bencana alam, proyek PU, pembangunan permukiman, bahkan pencurian. Minimal masyarakat punya stok air,” tegasnya.

Baca Juga:   Fraksi Golkar DPRD Badung Dorong CAS Petang Segera Dioptimalkan

Saat ini, suplai 70 liter per detik belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah Pecatu. Beberapa daerah ujung seperti Cemongkak dan Bhuwana Sari masih terus dipantau untuk mengetahui kekurangan suplai. Jika wilayah bawah sudah stabil, distribusi antarwilayah diharapkan bisa saling mengisi.

Terpisah, Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama. Menurutnya, kelancaran suplai air bersih merupakan harapan lama masyarakat Pecatu. “Saya mengapresiasi upaya perumda. Ini sudah lama diidam-idamkan masyarakat. Saya harap semua proses ini berjalan baik dan sesuai komitmen,” ujarnya.

Sumerta berharap target pelancaran suplai air dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan. “Mungkin bisa di-split dulu secara bertahap, yang penting berjalan dan ke depannya benar-benar lancar,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini