Proyek BBCP Phase II Masuk Tahap Pengisian Pasir Zona II

0
8
BBCP
Proses pengisian pasir di Pantai Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II memasuki tahap krusial. Setelah melalui uji coba sejak akhir pekan lalu, pengisian pasir di zona II Pantai Kuta kini mulai dikerjakan secara bertahap, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa menjelaskan bahwa uji coba pengisian pasir telah dilakukan sejak Minggu lalu. Selanjutnya, pada Selasa (21/4) sore, pengerjaan mulai dilakukan saat air laut surut, dimulai dari titik depan Hotel Anvaya hingga kawasan Alam Kulkul sesuai ruas zona II.

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku wisata telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Informasi mencakup lokasi pengerjaan, lingkup proyek, hingga penggunaan alat berat. Hal ini penting agar aktivitas wisata di sepanjang pantai tetap berjalan, dengan pengunjung diarahkan untuk bergeser ke area yang belum atau sudah selesai dilakukan pengisian pasir. “Harapannya, proses pengisian pasir bisa berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas wisatawan,” ujarnya.

Baca Juga:   Sambut HUT Mangupura, 16 Tim OPD Badung Adu Skill di Turnamen Mini Soccer

Dalam pelaksanaannya, pasir diambil dari perairan laut Bali menggunakan kapal trailing suction hopper dredger (TSHD). Pasir disedot dan ditampung di dalam kapal, kemudian dibawa ke zona II. Selanjutnya, kapal berhenti di titik tertentu di tengah laut, dan pasir yang telah dicampur air disemprotkan melalui pipa hingga ke bibir pantai. Proses ini dilakukan secara bertahap dari selatan ke utara, dengan beberapa kali perpindahan posisi kapal dan jaringan pipa, baik yang sejajar garis pantai maupun yang mengarah dari laut ke daratan.

Berdasarkan hasil pengukuran terbaru, kebutuhan pasir untuk zona II mencapai sekitar 319 ribu meter kubik. Angka ini meningkat dibandingkan desain awal, mengingat kondisi abrasi di Pantai Kuta, terutama dari sekitar tsunami shelter hingga kawasan Beachwalk yang semakin parah. Secara teknis, desain penataan pantai mencakup lebar datar sekitar 15 meter, serta kemiringan lereng (slope) 1:8 dengan lebar mencapai 25 hingga 35 meter dari kondisi eksisting saat ini.

Baca Juga:   Cair!!! Bantuan untuk 4.160 UMKM di Badung

Jika tidak ada kendala cuaca maupun teknis, pengerjaan zona II ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Setelah itu, proyek akan berlanjut ke zona I di kawasan Pantai Sekeh, dekat sisi landasan bandara, kemudian dilanjutkan ke zona III di Pantai Seminyak.

Lanang Sunu Perbawa mengakui, tantangan utama di lapangan adalah tingginya aktivitas masyarakat di kawasan zona II, khususnya dari depan Hard Rock hingga Alam Kulkul. Area tersebut dipadati pedagang, wisatawan, hingga aktivitas rekreasi pantai.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan membatasi area kerja menggunakan garis pembatas seperti police line atau pagar sementara guna memastikan keselamatan selama proses berlangsung. “Keselamatan kerja menjadi prioritas utama, sehingga area proyek akan dibatasi agar tidak diakses masyarakat umum,” tegasnya.

Baca Juga:   Pemain Naturalisasi tidak Perlu Dipermasalahkan, Erick Thohir: "Mereka Berdarah Indonesia"

Zona II diprioritaskan dalam tahap awal pengerjaan karena tingkat abrasi yang dinilai paling parah dibandingkan zona lainnya. Berdasarkan desain awal tahun 2021, kebutuhan pasir di zona I mencapai 160 ribu meter kubik, zona II sebesar 310 ribu meter kubik, dan zona III sekitar 140 ribu meter kubik. Namun, kondisi terkini menunjukkan adanya potensi penambahan volume, khususnya di zona II.

Saat ini, pihak BWS masih melakukan optimalisasi distribusi kebutuhan pasir antar zona. Jika diperlukan, pengajuan tambahan anggaran akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan volume sesuai kondisi terbaru di lapangan. Sementara itu, pengisian pasir yang dilakukan beberapa hari lalu masih bersifat persiapan, termasuk uji coba kapal dalam pengambilan material. Pengerjaan penuh ditargetkan mulai berjalan efektif dalam pekan ini. (BC5)