balibercerita.com –
Pengelola kawasan Pantai Kuta mengajak masyarakat dan pengunjung lebih peduli menjaga fasilitas umum setelah muncul aksi vandalisme berupa coretan cat semprot di sejumlah titik kawasan depan Skatepark Pantai Kuta.
Coretan ditemukan pada tembok fasilitas umum, tiang rambu lalu lintas, panel penerangan, hingga area toilet umum. Meski sebagian sudah dibersihkan, bekas vandalisme masih terlihat di beberapa lokasi karena proses pembersihan dilakukan secara bertahap.
Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa mengatakan, penanganan terhadap coretan tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Menurutnya, vandalisme bukan hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga memengaruhi kenyamanan dan citra kawasan wisata yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. “Sejak Jumat pagi kemarin sudah ditangani, sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung,” ujarnya.
Arya menjelaskan, proses pembersihan membutuhkan waktu karena beberapa coretan menggunakan cat cukup tebal sehingga tidak bisa dibersihkan sekaligus dalam satu hari.
Ia juga mengajak komunitas yang beraktivitas di sekitar skatepark untuk ikut menjaga kawasan dan tidak menjadikan fasilitas umum sebagai media corat-coret. “Nanti tetap koordinasi dengan komunitas skatepark supaya pemain-pemain yang main di sana bisa dihimbau,” katanya.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, turut menyoroti aksi tersebut. Menurutnya, kreativitas dan seni seharusnya disalurkan di tempat yang tepat tanpa merusak fasilitas publik. “Kita sudah laporkan ke Dinas PUPR. Itu seni tidak pada tempatnya,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak Desa Adat Kuta berencana menambah pemasangan CCTV di sejumlah titik kawasan depan Pantai Kuta guna memperkuat pengawasan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau ikut menjaga kebersihan dan keindahan fasilitas umum agar kawasan Pantai Kuta tetap nyaman, bersih, dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pihak pengelola berharap kesadaran bersama untuk merawat fasilitas publik dapat terus meningkat sehingga aksi vandalisme tidak kembali terjadi di kawasan wisata tersebut. (BC5)


















