balibercerita.com –
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus melalui jalur penerbangan internasional. Pengawasan kesehatan penumpang hingga penguatan standar kebersihan bandara kini diperketat sebagai langkah antisipasi dini di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran penyakit menular lintas negara.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan pengawasan berjalan optimal. Menurutnya, PT Angkasa Pura Indonesia sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus bersinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan, salah satunya Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar.
“Sejak isu virus ini merebak di sejumlah negara, kami terus melakukan langkah antisipasi melalui sinergi di komunitas bandara. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pengawasan kesehatan terhadap penumpang, khususnya penerbangan internasional, dapat berjalan dengan baik dan maksimal,” terangnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).
Sebagai bagian dari deteksi dini, pihak bandara menyiagakan tiga unit thermal scanner untuk memantau suhu tubuh penumpang. Dua unit ditempatkan di terminal kedatangan internasional dan satu unit di area kedatangan domestik.
Eka Sandi menegaskan, perangkat tersebut bukan fasilitas baru, melainkan alat yang selama ini telah tersedia dan rutin digunakan untuk mengantisipasi berbagai potensi penyebaran penyakit menular. “Seluruh thermal scanner dipantau langsung oleh petugas BBKK. Alat ini digunakan untuk memantau kewajaran suhu tubuh penumpang yang datang dari luar negeri,” jelasnya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kasus hantavirus di Bandara Ngurah Rai. Operasional bandara juga disebut berjalan aman dan lancar tanpa adanya kondisi yang mengkhawatirkan. Namun demikian, apabila ditemukan penumpang dengan gejala tertentu atau suhu tubuh tidak normal, maka akan segera ditindaklanjuti oleh pihak BBKK untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penumpang yang membutuhkan penanganan medis nantinya akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. IGNG Ngoerah. Selain pengawasan terhadap penumpang, pengelola bandara juga memperketat standar kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya sumber penyakit, termasuk potensi berkembangnya tikus yang dikenal sebagai salah satu media penyebaran hantavirus.
“Kami memastikan seluruh area bandara tetap sesuai standar kebersihan, termasuk penanganan sampah agar tidak ada timbulan sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya tikus maupun sumber penyakit lainnya,” imbuhnya.
Pihak bandara juga mengimbau masyarakat dan penumpang yang bepergian dari maupun menuju Bali agar tetap menjaga kondisi kesehatan serta memantau perkembangan informasi terkait penyakit menular. “Bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan mengalami gejala seperti demam, kami imbau segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” pungkasnya. (BC5)


















