Epilepsi Bisa Disembuhkan, Dokter Ungkap Penanganan Hingga Operasi Otak

0
19
Orang mengidap epilepsi
Orang mengidap epilepsi. (ilustrasi)

balibercerita.com –
Epilepsi masih menjadi salah satu gangguan saraf yang sering disalahpahami masyarakat. Banyak penderita dianggap tidak bisa sembuh, padahal penanganan medis yang tepat dapat membantu mengontrol bahkan menghilangkan kejang pada sebagian besar pasien.

Dokter spesialis bedah saraf, dr. Steven Awyono menjelaskan, epilepsi pada dasarnya terjadi akibat gangguan kelistrikan di otak yang memicu munculnya impuls abnormal. “Konsepnya epilepsi itu karena ada gangguan kelistrikan di otak. Akhirnya muncul impuls-impuls abnormal yang memicu kejang,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan epilepsi selalu dimulai dari metode yang paling aman, yakni pemberian obat-obatan. Terapi ini bertujuan menekan frekuensi kejang agar pasien dapat beraktivitas lebih normal dan aman. “Kita akan coba dengan obat-obatan dulu, karena itu paling safe,” jelasnya.

Baca Juga:   RSUD Giri Asih Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Namun demikian, tidak semua kasus epilepsi dapat terkontrol optimal hanya dengan satu jenis obat. Dalam beberapa kondisi, pasien masih mengalami kekambuhan meski frekuensinya berkurang.

Steven mencontohkan, ada pasien yang awalnya mengalami kejang dua kali sehari, kemudian setelah terapi obat menjadi dua hari sekali. Meski tampak membaik, kondisi tersebut belum dianggap optimal karena risiko cedera saat kejang masih tinggi. “Kalau kambuh, pasien bisa membanting-banting dirinya sendiri. Itu berbahaya dan belum optimal bagi kita,” katanya.

Baca Juga:   Ini Deretan Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan dan Kecantikan

Pada kasus yang sulit dikendalikan, dokter biasanya akan menambah kombinasi obat hingga dua atau tiga jenis. Jika kejang tetap tidak terkendali, maka tindakan operasi menjadi pilihan penanganan berikutnya.

Sebelum operasi dilakukan, tim medis akan memastikan lebih dulu lokasi sumber kejang di otak melalui berbagai pemeriksaan penunjang. Area yang menjadi pusat munculnya impuls listrik abnormal itulah yang kemudian ditangani melalui prosedur bedah saraf. “Kita pastikan dulu di mana lokasi fokus epilepsinya. Di situlah yang akan ditangani supaya tidak lagi menimbulkan impuls listrik abnormal,” terangnya.

Baca Juga:   Edukasi Diabetes Inovatif di Denpasar, Baku Gandeng Ahli Internasional dan Komunitas Lokal

Ia menambahkan, tindakan operasi pada pasien epilepsi memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, terutama jika lokasi sumber kejang dapat diidentifikasi dengan jelas. “Kalau sudah dioperasi, sebagian besar memang bisa sembuh,” tutupnya. (BC5)