
balibercerita.com –
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Asih kini resmi dibuka setelah mengantongi izin operasional. Namun, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Badung tersebut masih menghadapi kendala kekurangan dokter spesialis, meskipun berbagai peralatan medis penunjang layanan telah tersedia.
Direktur RSUD Giri Asih, dr Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut, sebagai rumah sakit tipe C, pihaknya masih membutuhkan tambahan tenaga dokter spesialis untuk memaksimalkan pemanfaatan peralatan medis yang sudah dimiliki.
“Kami masih kekurangan tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis radiologi, mata, dan urologi. Padahal untuk alat-alatnya sendiri sudah siap, sudah lengkap di sini,” ujar Ayu Ratnawati, Rabu (6/5).
Ketiadaan dokter spesialis radiologi turut berdampak pada belum optimalnya layanan pemeriksaan penunjang bagi pasien. Padahal, fasilitas CT scan dengan teknologi terbaru telah tersedia untuk membantu proses diagnosis.
“Alat radiologi kami lengkap, bahkan yang terbaik di sini, cuma dokternya saja yang belum ada. Rencananya dokter radiologi dari RSD Mangusada akan ditugaskan ke sini melalui SPT (surat perintah tugas) agar izin rontgen bisa segera diurus,” ungkapnya.
Selain itu, layanan pemeriksaan mata dan urologi juga belum dapat berjalan maksimal akibat belum terpenuhinya tenaga spesialis di bidang tersebut. Upaya pembukaan formasi sebelumnya belum membuahkan hasil. “Sudah kami buka formasi, tapi tidak ada yang melamar atau tidak lolos. Padahal kebutuhan ini sangat mendesak untuk menunjang alat yang sudah siap pakai,” paparnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, manajemen RSUD Giri Asih berencana kembali mengusulkan kebutuhan dokter spesialis melalui jalur CPNS. Koordinasi dengan BKPSDM Badung pun telah dilakukan agar kebutuhan ini masuk dalam prioritas rekrutmen tahun berjalan. “Kami sudah jelaskan ke BKPSDM posisi apa yang memang mendesak untuk diisi,” ucapnya.
Saat ini, RSUD Giri Asih didukung oleh 169 aparatur sipil negara (ASN), yang terdiri dari tenaga perawat dan dokter. Di unit gawat darurat (UGD), sebanyak 54 perawat dan 12 dokter umum telah bertugas melayani pasien. Meski demikian, keterbatasan dokter spesialis masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan.
Manajemen rumah sakit juga tengah berupaya mengoperasikan 18 layanan spesialis secara bertahap. Targetnya, seluruh layanan poliklinik dapat dibuka sepenuhnya, namun hal tersebut sangat bergantung pada ketersediaan tenaga dokter spesialis.
RSUD Giri Asih sendiri telah memperoleh izin operasional pada 30 April 2026 setelah melalui proses sertifikat laik fungsi (SLF). Dengan demikian, rumah sakit ini sudah dapat menerima pasien, meskipun untuk sementara belum melayani peserta BPJS. (BC9)
















