balibercerita.com –
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Bali Tahun 2026. Rakorda sebagai upaya memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas keluarga serta percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Hotel Harris Sunset Road, Denpasar, Selasa (10/3).
Mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045”, program Bangga Kencana menjadi pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih dalam laporannya menyampaikan bahwa rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus mengevaluasi capaian Program Bangga Kencana sepanjang tahun 2025.
“Upaya meningkatkan kualitas keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh sektor terkait. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan keluarga,” ujarnya.
Luh Gede Sukardiasih menambahkan, rakorda juga membahas berbagai tantangan kependudukan yang dihadapi Bali, termasuk penurunan laju pertumbuhan penduduk dan tingkat fertilitas yang saat ini berada di kisaran 0,66 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. “Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan pelestarian budaya serta regenerasi masyarakat Bali,” paparnya.
Selain itu, isu stunting turut menjadi perhatian dalam Rakorda tersebut. Meski Bali tercatat sebagai provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia, upaya penurunan angka tersebut tetap harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dinas kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi terkait.
Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BKKBN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Bali. Ia menjelaskan bahwa program pembangunan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bertujuan menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Menurut Ayu Aryani, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia. “Melalui penguatan ketahanan keluarga, pola pengasuhan yang baik, serta pendidikan nilai agama dan budaya sejak dini, diharapkan dapat melahirkan generasi Bali yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing, ” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Bali diperkirakan mencapai 4,48 juta jiwa pada tahun 2026. Di sisi lain, Indonesia juga mulai memasuki fase aging population yang ditandai meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Berdasarkan data Pendataan Keluarga 2024, jumlah lansia di Provinsi Bali mencapai 530.663 orang atau sekitar 14,8 persen dari total penduduk.
Secara nasional, Badan Pusat Statistik memproyeksikan jumlah lansia akan mencapai 65,82 juta jiwa pada tahun 2045. Kondisi ini memerlukan kebijakan yang komprehensif agar peningkatan jumlah lansia tidak menjadi beban demografi, melainkan tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas, Kemendukbangga/BKKBN melaksanakan sejumlah program prioritas, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemanfaatan aplikasi konsultasi keluarga berbasis kecerdasan artifisial, serta program SIDAYA atau Lansia Berdaya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) sebagai intervensi strategis untuk meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting.
Rakorda Bangga Kencana 2026 menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, rakorda ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis transformasi pembangunan keluarga, penyusunan rencana tindak lanjut program yang terintegrasi antara pusat dan daerah, serta pemetaan inovasi dan praktik baik di daerah yang dapat direplikasi secara nasional. Acara juga diisi dengan penandatanganan PKS Penguatan Program Bangga Kencana pada setiap Kabupaten di Provinsi Bali. (BC18)

















