Perlintasan Tembus 3,4 Juta, Kinerja Imigrasi Ngurah Rai Triwulan I 2026 Meningkat

0
237
Imigrasi Ngurah Rai
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai saat berdiskusi bersama jajaran (BC5)

balibercerita.com –
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat capaian kinerja positif sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Total perlintasan keimigrasian mencapai 3,4 juta orang atau meningkat 1,9 persen secara tahunan (yoy).

Dari jumlah tersebut, total kedatangan tercatat sebanyak 1,6 juta orang atau naik 2,9 persen (yoy). Kedatangan warga negara Indonesia (WNI) mencapai 157.153 orang atau meningkat signifikan sebesar 25 persen (yoy), sementara kedatangan warga negara asing (WNA) sebanyak 1,4 juta orang atau naik 1 persen (yoy). Selain itu, kedatangan kru tercatat 51.964 orang atau meningkat 5,6 persen (yoy).

Sementara itu, total keberangkatan mencapai 1.7 juta orang atau naik 0,8 persen (yoy). Keberangkatan WNI tercatat 137.116 orang atau meningkat 6,3 persen (yoy), sedangkan keberangkatan WNA mencapai 1,5 juta. orang atau naik 0,2 persen (yoy). Untuk keberangkatan kru, tercatat 52.782 orang atau meningkat 4 persen (yoy).

Adapun 10 besar negara asal kedatangan WNA masih didominasi Australia sebanyak 363.582 orang, diikuti Tiongkok 164.594, India 121.390, Korea Selatan 73.711, Rusia 67.454, Britania Raya 62.764, Amerika Serikat 56.866, Jepang 46.971, Malaysia 46.602, dan Prancis 38.892 orang.

Baca Juga:   Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Etika, Luwir Wiana Hadiri Rapat Pansus TRAP

Dalam aspek pengawasan, Imigrasi Ngurah Rai menolak masuk 233 WNA serta melakukan penundaan keberangkatan terhadap 105 WNI maupun WNA. Di bidang pelayanan dokumen perjalanan, total penerbitan paspor mencapai 6.478 dokumen atau mengalami penurunan 24 persen (yoy). Rinciannya, penerbitan paspor baru sebanyak 3.280 atau turun 27 persen (yoy), dan paspor penggantian sebanyak 3.198 atau turun 21 persen (yoy). Hingga Maret 2026, Imigrasi Ngurah Rai juga menolak 117 permohonan paspor. Sejak 1 Desember 2024, seluruh layanan telah menerapkan 100 persen paspor elektronik.

Untuk layanan izin tinggal keimigrasian, terjadi peningkatan pada beberapa kategori. Perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan tercatat 3.251 atau naik 30 persen (yoy), sementara perpanjangan izin tinggal kunjungan Visa on Arrival (VOA) mencapai 16.303 atau melonjak 169 persen (yoy). Penerbitan alih status Izin Tinggal Kunjungan ke Izin Tinggal Terbatas (ITK-ITAS) juga meningkat tajam menjadi 919 atau naik 151 persen (yoy).

Di sisi lain, beberapa layanan mengalami penurunan, seperti penerbitan ITAS sebanyak 22 atau turun 15 persen (yoy), alih status ITAS ke ITAP sebanyak 81 atau turun 35 persen (yoy), perpanjangan ITAS sebanyak 1.570 atau turun 11 persen, serta perpanjangan ITAP sebanyak 33 atau turun 38 persen (yoy). Penerbitan Exit Permit Only (EPO) juga menurun menjadi 392 atau turun 62 persen (yoy).

Baca Juga:   Pansus TRAP Sidak Lokasi Pura yang Viral, Satpol PP Segel Pengerukan Lahan di Kampial

Dalam penegakan hukum keimigrasian, tercatat tindakan administratif keimigrasian (TAK) meliputi pendeportasian 66 orang, pendetensian 49 orang, dan penangkalan 64 orang. Selain itu, dilakukan 85 kegiatan pengawasan keimigrasian serta 20 kegiatan sosialisasi Timpora/APOA. Berdasarkan jenis pelanggaran, tercatat 43 kasus pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan 46 kasus overstay. Sementara berdasarkan negara asal, pelanggar terbanyak berasal dari Amerika Serikat (12 kasus), India (11 kasus), dan Nigeria (6 kasus).

Dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), hingga akhir Maret 2026 realisasi mencapai Rp274,3 miliar atau 17,08 persen dari target Rp1,6 triliun. Rinciannya, pendapatan paspor sebesar Rp5,6 miliar (18,33 persen dari target Rp30 miliar), pendapatan visa Rp210 miliar (14,6 persen dari target Rp1,4 triliun), pendapatan izin keimigrasian dan izin masuk kembali Rp32 miliar (31,23 persen dari target Rp103 miliar), serta pendapatan pelayanan keimigrasian lainnya Rp26 miliar (80,71 persen dari target Rp32,2 miliar). Sementara itu, realisasi anggaran dari pagu Rp84 miliar telah terserap Rp21 miliar atau 12,51 persen.

Baca Juga:   Sinergi Lintas Instansi, JBT Fokus Edukasi Keselamatan Berkendara di Tol Bali Mandara

Dalam pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat, Imigrasi Ngurah Rai mengelola 10 platform komunikasi. Interaksi masyarakat didominasi melalui Whatsapp sebanyak 3.547 layanan, diikuti Instagram 385, email 270, Tiktok 31, live chat 25, Google Review 26, dan Facebook 3.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian demi kenyamanan dan keamanan masyarakat serta wisatawan,” tegas Bugie Kurniawan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan dengan hanya mengakses kanal resmi, yakni email kanim_ngurahrai@imigrasi.go.id, live chat di laman ngurahrai.imigrasi.go.id, media sosial @imngurahrai, serta layanan WhatsApp di nomor +62 81236956667. (BC5)