Pencarian Sempat Dihentikan, Lansia Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan Meninggal di Dasar Jurang

0
29
Lansia Gunung Batukaru
Evakuasi jenazah lansia yang hilang di Gunung Batukaru. (ist)

balibercerita.com
Misteri hilangnya Made Dibya (84), lansia asal Tabanan yang hilang saat mendaki Gunung Batukaru akhirnya terungkap. Setelah operasi pencarian sempat dihentikan selama sepekan, tim SAR gabungan kembali menemukan jasad korban di dasar jurang sedalam sekitar 90 meter pada Minggu (10/5).

Penemuan jenazah tersebut bermula dari laporan warga dan pemandu lokal yang mencurigai adanya sosok korban di kawasan jurang Gunung Batukaru pada Sabtu (9/5) sore sekitar pukul 16.20 Wita. Lokasi penemuan berada di ketinggian sekitar 1.808 meter di atas permukaan laut (Mdpl), di medan terjal dan tertutup kabut tebal.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) langsung membuka kembali operasi SAR yang sebelumnya resmi dihentikan pada Sabtu (2/5), setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil. Sebanyak lima personel Basarnas Bali diberangkatkan dari Jimbaran menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru untuk melakukan asesmen dan persiapan evakuasi. Namun karena kondisi malam hari dan minim pencahayaan, proses evakuasi baru dilakukan pada Minggu pagi.

Baca Juga:   Lomba Olahan Pangan Lokal, DPC PDIP Badung Sajikan Perkedel Sukun Ayam

Tim SAR mulai bergerak pukul 08.00 Wita dari ketinggian 1.197 Mdpl menuju titik penemuan korban. Setelah menembus medan berat dan licin, tim akhirnya berhasil menjangkau lokasi korban pada pukul 10.20 Wita.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian. Selain kondisi jurang yang curam dan bebatuan labil, cuaca lembab disertai kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas. Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi.

Baca Juga:   Disambut Meriah, Giri Prasta Ajak Semeton GB Menangkan Pilkada Badung 2024

Sekitar pukul 11.45 Wita, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar jurang. Jenazah kemudian ditandu secara estafet menuruni lereng Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan di Jatiluwih.

Seluruh proses evakuasi rampung pada pukul 13.40 Wita. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Sebelumnya, Made Dibya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Batukaru pada 24 April lalu. Operasi pencarian besar-besaran telah dilakukan selama tujuh hari oleh tim SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, relawan, komunitas pendaki, hingga masyarakat setempat. Namun, medan ekstrem, hujan deras, dan kabut tebal, membuat pencarian tak membuahkan hasil hingga akhirnya operasi resmi dihentikan sesuai prosedur Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

Baca Juga:   Terkait Patoyan, Jimbaran Lakukan Rekayasa Lalin di Catus Pata

Operasi SAR yang kembali dibuka hingga proses evakuasi korban melibatkan unsur Basarnas Bali, Ditsamapta Polda Bali, Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, BPBD Tabanan, PMI, Bhuana Bali Rescue, ORARI Bali, IOF Bali, komunitas pendaki, keluarga korban, serta masyarakat sekitar. (BC5)