Pemkab Badung Gandeng Asosiasi untuk Wujudkan Tata Kelola Pariwisata Berkualitas

0
212
Pariwisata
Bupati Adi Arnawa saat melakukan dialog dengan asosiasi pariwisata. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berlandaskan kearifan lokal melalui kerja sama lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan perwakilan asosiasi pariwisata di Puspem Badung, Selasa (29/4).

Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pembangunan pariwisata tak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan keseimbangan sosial. Ia menegaskan pentingnya prinsip Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai landasan utama. “Pariwisata yang dikembangkan harus selaras dengan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai pondasi untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya,” ucapnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Serahkan Mangupura Award, Badung Festival Inovasi, dan Adi Karya Nugraha Tahun 2025

Menjawab berbagai tantangan seperti kemacetan, sampah, dan tekanan terhadap lingkungan, Pemkab Badung telah menyiapkan sejumlah langkah, seperti penataan lalu lintas di Uluwatu dan Canggu, serta revitalisasi Kuta melalui pelebaran trotoar dan penataan kabel. Seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan pariwisata yang berorientasi pada kualitas, bukan semata-mata kuantitas.

Baca Juga:   Masuk ke dalam Patung GWK: Pengalaman Imersif yang Menghidupkan Sejarah dan Budaya Bali

“Diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, dan seluruh elemen masyarakat, agar Badung dapat tampil sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berpijak pada nilai-nilai lokal dan berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Bali,” paparnya.

Adi Arnawa memberikan apresiasi atas masukan yang konstruktif dari para pelaku industri pariwisata. Pemkab Badung juga akan meningkatkan pengawasan, memperkuat penegakan hukum, serta menunda proyek non-prioritas guna fokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti penerangan dan jalur alternatif wisata.

Baca Juga:   Total 5 Korban Banjir di Denpasar Ditemukan di Hari Kedua Operasi SAR, 3 Orang Masih Hilang

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya menyampaikan masukan terkait penguatan SDM, promosi digital, dan penegakan aturan terhadap pelaku usaha tanpa izin. Ia menekankan perlunya pemerataan pembangunan agar tidak terjadi penumpukan wisatawan di satu wilayah.

Audiensi ini turut mengidentifikasi berbagai isu strategis yang dihadapi sektor pariwisata Badung, seperti overkapasitas, pelanggaran hukum oleh wisatawan asing, ketidaktertiban transportasi, hingga meningkatnya angka kriminalitas. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini