Nelayan dan Pelaku Wisata Bahari Diminta Waspada Gelombang Tinggi Perairan Bali

0
190
Gelombang tinggi
Gelombang tinggi di salah satu perairan Bali beberapa waktu lalu. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Nelayan tradisional dan pelaku wisata bahari di Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai hingga 4 meter di sejumlah perairan selatan Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter-4 meter untuk periode Senin (28/7) hingga Kamis (31/7), menyusul meningkatnya pola angin kencang yang memicu gelombang ekstrem.

Baca Juga:   Miss Cimory Awards 2026 Apresiasi Peran Ibu Rumah Tangga dalam Penguatan Ekonomi Keluarga

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa gelombang tinggi berpeluang terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Bali. Sementara itu, di perairan utara Bali, gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter juga dinilai cukup membahayakan aktivitas pelayaran kecil dan menengah.

“Nelayan dan operator wisata laut perlu meningkatkan kewaspadaan. Gelombang dan angin kencang seperti ini bisa sangat berisiko, terutama bagi kapal-kapal kecil,” ucapnya.

Baca Juga:   Ini Dia Deretan Rute Baru yang Menghubungkan Bali dengan Dunia Tahun 2025

Bagi masyarakat pesisir seperti nelayan di Sanur, Kusamba, dan Kedonganan, peringatan ini bukan hanya soal keselamatan melaut, tetapi juga soal penghidupan harian. Aktivitas penyeberangan wisata ke Nusa Penida, misalnya, kerap terdampak ketika gelombang tinggi terjadi.

BMKG merinci, kecepatan angin di perairan selatan dapat mencapai 30 knot dengan arah dominan dari timur hingga tenggara. Kondisi ini bisa membahayakan berbagai jenis kapal, termasuk kapal ferry jika angin menyentuh 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.

Baca Juga:   ITDC Kembangkan TPS 3R Terpadu untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan The Nusa Dua

“Kami harap masyarakat pesisir, wisatawan, dan pengelola pelabuhan terus memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG,” ujar Cahyo. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini