Nuanu Dorong Kolaborasi Pelaku F&B Bali Menuju Standar Global

0
12
Nuanu
Desain dari Sutala, destinasi berbasis gastronomi yang akan segera hadir di Nuanu Creative City. (ist)

balibercerita.com –
Pada 4 Maret 2026, Nuanu Creative City akan menggelar Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders, sebuah forum intensif selama satu hari yang mempertemukan pemilik restoran, chef, serta pelaku industri hospitality terkemuka di Bali. Agenda ini dirancang sebagai wadah strategis untuk membedah arah perkembangan sektor makanan dan minuman (F&B) di Pulau Dewata agar terus bertumbuh secara berkelanjutan, selaras dengan kerangka hukum dan standar profesional yang semakin jelas.

Kegiatan ini didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Putra Surya Internusa, Chalista Mandiri Energy, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Gagas Energi Indonesia, PT Hatten Bali Tbk, serta RIEDEL The Wine Glass Company.

“Bali tidak lagi membutuhkan sekadar opini tentang dunia kulinernya. Yang dibutuhkan adalah ruang di mana orang-orang yang benar-benar terlibat dan bekerja di dalamnya bisa berpikir dan berdiskusi bersama. Itulah yang sedang kami bangun di Nuanu Creative City, sebuah platform tempat beragam perspektif bertemu dan menciptakan momentum nyata,” kata CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, Selasa (3/3).

Baca Juga:   Festival Clothing Terbesar, PICA Fest Kembali Digelar

Menurutnya, kuliner menjadi titik awal yang paling alami untuk future talks. “Seiring kami mempersiapkan Sutala Market sebagai destinasi berbasis gastronomi, kami ingin menghadirkan yang terbaik dari dunia ke Indonesia, sekaligus memastikan yang terbaik dari Indonesia terwakili di sana. Karena itu, kami duduk bersama para talenta terbaik untuk memastikan langkah ini kami jalankan dengan tepat,” ujarnya.

Dikatakannya lebih lanjut, lanskap restoran di Bali kini bergerak dalam ritme yang semakin cepat. Minat pasar global, masuknya investasi baru, serta lahirnya konsep-konsep berbasis chef telah mengangkat standar industri ke level yang lebih tinggi. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kompleksitas pun meningkat.

Isu kepatuhan terhadap regulasi, praktik bisnis berkelanjutan, manajemen sumber daya manusia, hingga strategi jangka panjang kini menjadi elemen krusial. Aspek-aspek ini bukan lagi nilai tambah semata, melainkan fondasi utama yang menentukan apakah sebuah bisnis mampu bertahan dan berkembang secara konsisten, atau hanya menjadi fenomena sementara.

Baca Juga:   Hadapi Lonjakan Wisatawan saat Nataru, Kuta Selatan Fokus Jaga Kelancaran Aktivitas Publik

Nuanu Future Talks disusun sebagai forum yang tidak berhenti pada wacana. Diskusi diarahkan pada pendekatan praktis dan solusi nyata, mulai dari tata kelola bisnis hospitality yang relevan dengan kondisi Bali saat ini, kepastian operasional sesuai regulasi, hingga dorongan untuk meningkatkan standar industri secara kolektif.

Sejumlah nama akan turut berbagi perspektif, di antaranya Hans Christian (August), Syrco Bakker (Syrco Base), Chris Smith (7AM, Red Gun Powder, Woods), Wayan Kresna Yasa (HOME, Kaum at Potato Head), Elvira Wijsen (BTIC), Nic Vanderbeeken (Aperitif), Vinny Lauria (Osteria Della Terra), Dean Keddel (BRCA, Ginger Moon, Jackson Lily’s), Andrés Becerra (Santanera, Lennys Bali), Will Goldfarb (Room4Dessert), Pablo Fourcard (Milk & Madu, Banksia Hospitality), Emerson Manibo (Baro), Tim Stapleford (Ghost), Francesco Paco Angeloni (Amici, Samesa), Ayu Sudana (Bali Beans Coffee & Roastery), Sophie Digby (PT East West Palms; Co-Founder BTIC), Daniel Natali (Seniman Coffee), Terje Nilson (Seven Stones Indonesia, BTIC), bersama Alexandra Carlton, Max Brearley, dan Max Veenhuyzen.

Baca Juga:   The Nusa Dua Kantongi Tiga Sertifikat Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Kawasan

Dukungan juga datang dari Bali Tourism & Investment Chamber, Bali Restaurant & Cafe Association, serta Bali HoreCa Club. Kolaborasi ini menegaskan tekad bersama untuk memperkuat kepastian regulasi, mendorong pembangunan yang lebih bertanggung jawab, serta meningkatkan standar operasional industri hospitality di Bali.

Forum ini sekaligus menjadi pijakan awal menuju peluncuran Sutala, pusat gastronomi terbaru yang tengah disiapkan oleh Nuanu Creative City. Melalui dialog terbuka dan penyelarasan visi sejak awal, Nuanu menempatkan proses diskusi sebagai fondasi penting sebelum melangkah pada tahap pengembangan infrastruktur yang lebih luas. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini