39 Ogoh-ogoh di Tabanan Masuk Nominasi Festival Singasana, Ini Daftarnya

0
170
Ogoh-ogoh Tabanan
Tim juri melaksanakan penilaian untuk lomba ogoh-ogoh, di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan. (ist)

balibercerita.com –
Atmosfer kreativitas anak-anak muda di Kabupaten Tabanan kembali terasa kental menjelang perayaan Tahun Baru Caka 1948. Melalui proses seleksi yang ketat, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan menetapkan 39 nominasi dari 64 sekaa teruna yang mendaftarkan diri dalam lomba ogoh-ogoh tingkat kabupaten.

Ajang ini menjadi bagian penting dari Festival Ogoh-ogoh Singasana III Tahun 2026 yang mengangkat tema “Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”. Festival Ogoh-ogoh Singasana merupakan gagasan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, yang mulai digelar sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.

Festival ini dirancang sebagai ruang apresiasi bagi Sekaa Teruna dalam menjaga sekaligus mengembangkan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali lewat karya ogoh-ogoh yang sarat nilai artistik dan filosofi.

Sebaran 39 nominasi tersebut merata di 10 kecamatan. Dari Kecamatan Baturiti terdapat empat peserta, yakni STT Darma Bakti, STT Sekar Yowana, STT Tunggal Panji Laksana, dan STT Giri Merta. Kecamatan Pupuan mengirimkan satu wakil, STT Pratisentana Ardhani Nararya.

Baca Juga:   Wayan Sugita Putra Dampingi Bupati Badung dalam Pelantikan Prajuru Desa Adat Tengkulung 2026–2031

Kecamatan Selemadeg meloloskan tiga peserta: STT Kemoning Sari, STT Graha Shantika Putra, dan ST Yowana Bhakti Kecana. Sementara, Selemadeg Barat diwakili Sekaa Teruna Santhi Dharma Yowana.

Selemadeg Timur mencatat lima nominasi, yakni Sekaa Teruna Widya Santhi, Sekaa Teruna Kepet, Sekaa Teruna Yowana Sanjiwani, Sekaa Teruna Jangga Werdhi Yowana, dan Sekaa Teruna Watu Galuh. Dari Kecamatan Penebel hadir lima peserta yaitu Sekaa Teruna Satya Sentana, Sekaa Teruna Tri Tunggal Jaya, Sekaa Teruna Yowana Eka Murti, Sekaa Teruna Widya Yowana Bhakti, serta Sekaa Teruna Dharma Canthi.

Kecamatan Kerambitan juga mengirim lima wakil: Sekaa Teruna Taruna Bhakti, Sekaa Teruna Eka Dharma, Sekaa Teruna Panji Semirang, Sekaa Teruna Tri Puspajati, dan Sekaa Teruna Silabhakti. Sementara itu, Kecamatan Marga diwakili Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra, Sekaa Teruna Tunas Mekar, Sekaa Teruna Marga Putra, Sekaa Teruna Sesana Putra, dan Sekaa Teruna Bhina Satrya. Kecamatan Kediri meloloskan Sekaa Teruna Sadhu Mertha Sanggulan, Sekaa Teruna Sasadara, Sekaa Teruna Widya Saguna, Sekaa Teruna Widya Guna Dharma, serta Sekaa Teruna Permata.

Baca Juga:   Bupati dan Wabup Badung Serahkan Bantuan Hari Raya Galungan di Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara

Adapun Kecamatan Tabanan mengirim Sekaa Teruna Murti Sentana, Sekaa Teruna Eka Adnyana, Sekaa Teruna Tri Wikrama, Sekaa Teruna Kocala Taruna, dan Sekaa Teruna Eka Karya Dharma Canthi.

Tahapan berikutnya, para nominasi akan bersaing di tingkat kecamatan untuk menentukan juara I, II, dan III. Pemenang pertama di masing-masing kecamatan berhak melaju ke Festival Singasana III tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Selain menerima hadiah uang tunai, juara I tingkat kecamatan juga memperoleh biaya kepesertaan sebesar Rp35.000.000. Karya ogoh-ogoh mereka akan dipamerkan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026, di Area Garuda Wisnu Singasana (GWS) Kota Tabanan, dengan penilaian tingkat kabupaten dijadwalkan pada 14 Maret 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia menekankan bahwa dukungan panitia pada tahap kabupaten bersifat terbatas. “Saat pemajangan di tingkat Kabupaten di GWS, panitia hanya menyediakan area penempatan ogoh-ogoh, satu tenda untuk istirahat peserta dan perangkat gamelan. Untuk rigging stage atau display ogoh-ogoh sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang akan dinilai di tingkat kabupaten harus sudah berada di lokasi sekitar GWS pada 11 hingga 12 Maret 2026.
Terkait teknis pawai, Subagia memaparkan detail rutenya. “Pawai ogoh-ogoh dewasa akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, mulai pukul 16.00 Wita dengan titik start di depan GWS. Peserta bergerak menuju Jalan Gunung Agung ke arah selatan sampai patung Sagung Wah, kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Parkit di depan panggung kehormatan, sebelah selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya, untuk melaksanakan atraksi,” jelasnya.

Baca Juga:   Desa Adat Tanjung Benoa Mepatung Dua Kali, Saat Galungan dan Nyepi

Ia menambahkan, setiap peserta memperoleh kesempatan tampil maksimal 10 menit di depan panggung kehormatan. “Setelah selesai melaksanakan atraksi, peserta melanjutkan ke arah barat, kemudian belok kanan ke utara menuju Jalan Sri Gunting di sebelah barat Gedung Kesenian I Ketut Marya, lalu kembali ke timur menuju Jalan Gunung Agung dan finis di Lapangan GWS. Tim juri akan menetapkan Juara Terbaik I, II, dan III, sedangkan Juara Harapan I, II, dan III ditentukan oleh juri kehormatan,” pungkasnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini