Beranda Wisata Lama Tinggal Wisatawan di Nusa Dua Naik Jadi 2,87 Malam

Lama Tinggal Wisatawan di Nusa Dua Naik Jadi 2,87 Malam

0
Nusa Dua
Kawasan The Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Lama tinggal wisatawan di kawasan The Nusa Dua menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Rata-rata lama tinggal tercatat mencapai 2,87 malam, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,6 malam. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator positif di tengah dinamika industri pariwisata yang masih menghadapi berbagai tantangan.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika mengatakan, rata-rata lama tinggal wisatawan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dari sisi pasar, wisatawan mancanegara masih mendominasi dengan kontribusi di atas 80 persen, sementara pergerakan wisatawan domestik relatif lebih terpengaruh kenaikan harga tiket pesawat.

Baca Juga:   G20 Picu Meroketnya Occupancy Rate The Nusa Dua

“Wisatawan mancanegara relatif lebih stabil. Meskipun kunjungan wisatawan domestik terpengaruh harga tiket pesawat, pasar mancanegara masih menunjukkan pergerakan yang baik,” ujarnya belum lama ini.

Meski lama tinggal meningkat, performa pariwisata secara keseluruhan di kawasan tersebut masih sedikit di bawah capaian tahun lalu. Agus menyebut sejumlah faktor eksternal turut memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari konflik di Timur Tengah, kenaikan harga avtur, kelangkaan, hingga dinamika politik dalam negeri.

Kendati demikian, kondisi pariwisata dinilai masih relatif stabil dengan variasi kinerja sekitar 2–3 persen. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kawasan The Nusa Dua masih mampu menjaga performa di tengah ketidakpastian yang memengaruhi perjalanan wisatawan.

Baca Juga:   Pantai Timbis, Surga Tersembunyi di Balik Tebing Desa Kutuh

Memasuki akhir tahun, pengelola berharap tingkat hunian kembali meningkat, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru. Targetnya, okupansi dapat melampaui 90 persen, seperti yang diharapkan dari momentum liburan akhir tahun.

Agus menjelaskan, tingkat hunian pada awal Desember biasanya masih berada di kisaran 70–80 persen. Peningkatan permintaan umumnya baru terasa menjelang Natal hingga Tahun Baru, seiring meningkatnya mobilitas wisatawan pada periode liburan.

Di sisi lain, sejumlah agenda internasional yang sebelumnya direncanakan berlangsung di kawasan The Nusa Dua pada akhir tahun ini masih mengalami penundaan. Pengelola berharap agenda tersebut dapat direalisasikan pada 2027, sekaligus membuka peluang masuknya kegiatan internasional baru.

Baca Juga:   Kawasan Candidasa akan Ditata Ulang, Begini Perencanaan Bupati Karangasem

“Kami berharap event-event yang tertunda tahun ini bisa dilaksanakan tahun depan. Mudah-mudahan ada juga event-event baru yang dapat digelar di kawasan The Nusa Dua,” katanya.

Penambahan agenda berskala internasional diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan, menjaga tingkat hunian, serta mendukung keberlanjutan aktivitas pariwisata di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat. (BC5)