Musim Sampah Kiriman di Pantai Barat Badung Usai, Kini Muncul di Pesisir Timur

0
141
Sampah
Petugas DLHK Badung saat menangani sampah kiriman di Pantai Tanjung Benoa. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Setelah musim sampah kiriman laut di pantai barat Kabupaten Badung dinyatakan berakhir, kini giliran pesisir timur yang diterjang sampah kiriman laut. Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang terjadi secara bergantian di pantai barat dan timur Kabupaten Badung.

Perbedaannya, musim sampah kiriman di pantai barat terjadi pada musim angin baratan yaitu sekitar bulan November hingga April. Pada saat musim angin timuran pada bulan Juni-September, giliran pantai timur yang dilanda sampah kiriman. Jenis sampah yang menepi juga relatif berbeda di kedua pantai ini.

Pada musim angin barat, sampah yang menepi mayoritas berupa kayu, ranting, batok kelapa, batang pohon dan plastik. Sedangkan pada musim timur sampah yang menepi mayoritas berupa rumput laut, ganggang, dan sisanya plastik.

Baca Juga:   Menang 4-1, Bali United Naik ke Puncak Klasemen 

Koordinator Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung, I Made Gede Dwipayana menerangkan, musim sampah kiriman di pantai barat Badung yakni dari Pantai Seseh hingga Jimbaran telah usai seiring berakhirnya musim angin baratan. Kini, pihaknya fokus pada penanganan sampah kiriman di pesisir timur Badung yaitu Pantai Tanjung Benoa, Nusa Dua, Ungasan hingga ke Pecatu.

Munculnya sampah kiriman di pesisir timur sudah terjadi sejak dua atau tiga minggu yang lalu. “Siklus ini juga selalu terjadi di bulan Juni atau Juli dan biasanya berakhir pada bulan September. Saat angin timur sampah kiriman memang mengarah ke pantai di sisi timur Badung,” ucapnya.

Baca Juga:   Luhut Pandjaitan Minta Pengembangan Udang Digencarkan 

Salah satu pantai timur yang saat ini terdampak sampah kiriman adalah di Tanjung Benoa. Sejak Selasa (10/6), pesisir Pantai Tanjung Benoa dikotori sampah kiriman yang didominasi oleh sampah rumput laut. Sekitar 8 hingga 10 ton sampah berhasil diangkut setiap hari di Pantai Tanjung Benoa.

Sampah kiriman juga diprediksi akan muncul di pesisir Pantai Nusa Dua, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sampah kiriman yang muncul di pesisir timur kecenderungan berupa 90 persen sampah rumput laut dan sisanya sampah plastik.

Baca Juga:   Tahun Ini, Jumlah Penyu Bersarang di Pantai Kuta Berkurang

Sejumlah armada dan personel telah disiapkan untuk melakukan upaya pembersihan. Sebanyak 2 loader dan 50 orang tenaga kebersihan setiap hari disiagakan. Sampah-sampah berupa rumput laut akan langsung dikubur di pesisir pantai karena mudah terurai dan menjadi pupuk alami.

Sementara, sampah non-organik dibawa ke TPA Suwung. “Sampah kiriman di pesisir timur tidak ada masa puncak, standar setiap harinya karena tidak seperti angin barat,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini