Tabanan dan Halmahera Timur Jajaki Kerja Sama Sektor Pangan

0
191
Pangan
Pertemuan antar pemerintah dan perumda Tabanan dengan Halmahera Timur. (ist)

Tabanan, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Halmahera Timur resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Santhika Tabanan dan Perusahaan Daerah Perdana Cipta Mandiri Halmahera Timur, Rabu (16/7), di ruang kerja Bupati Tabanan.

Penandatanganan MoU disaksikan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., beserta sekda dan jajaran perangkat daerah terkait. Dari pihak Halmahera Timur, hadir Bupati Drs. Ubaid Yakub, M.P.A., ketua DPRD, dan Direktur Utama Perusda Perdana Cipta Mandiri beserta jajaran.

Baca Juga:   Aqua Bangun Diplomasi Olahraga Lewat Bulu Tangkis, Dorong Generasi Muda dan Brand Indonesia ke Kancah Regional

Bupati Sanjaya menjelaskan, kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi antarpemerintah daerah (G2G) dalam sektor pangan. “Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangan, sebagai sentra penghasil produksi pangan seperti beras, telur, ayam, dan daging, sangat siap menjawab kebutuhan pangan nasional. Apalagi saat ini Halmahera Timur tengah membangun industri besar yang akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tentu kebutuhan pangannya sangat tinggi,” jelasnya.

Sanjaya menyebut, Perumda Dharma Santhika telah memiliki pengalaman luas dalam menyuplai hasil pertanian ke berbagai wilayah Indonesia dan diharapkan hal ini dapat ditingkatkan. “Astungkara, perumda kami sudah berpengalaman menjalin kerja sama dengan DKI Jakarta, Malang, Lombok, seluruh kabupaten di Bali, serta sejumlah hotel. Jadi, kami sangat siap. Terima kasih kepada Bupati Halmahera Timur atas kepercayaan ini,” ucapnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Buka Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Pengendalian Gratifikasi

Dengan kolaborasi ini, kedua belah pihak optimis dapat saling menguatkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, khususnya melalui sektor pangan dan industri strategis.

Sementara itu, Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, M.P.A., menjelaskan, pembangunan pabrik nikel di Halmahera Timur akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan membutuhkan dukungan logistik yang besar. “Persawahan kami hanya sekitar 5.000 hektar, dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan logistik industri tersebut. Bandingkan dengan Tabanan yang memiliki 19.000 hektar sawah. Karena itu, kerja sama ini sangat penting bagi kami,” tegasnya. (BC13)

Baca Juga:   PPDN Vaksin II Kini Wajib Tes PCR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini