Menko Luhut Tinjau Sejumlah Venue G20 di Bali

0
272

“Gedung VVIP akan direnovasi dan ditambahkan di lahan seluas 2000 meter akan langsung berkoneksi dengan runway pesawat. Gedung ini akan dibuat dengan dana APBN Kementerian PUPR. Beautifikasi bandara ini juga akan ditekankan pada eco-living technology dan produk dalam negeri,” urai Faik Fahmi. 

General Manager Airnav Denpasar, Riza Fahmi menambahkan, pihaknya akan mengantisipasi beberapa potensi erupsi dari lima gunung berapi. Hal ini akan diantisipasi dengan bergeraknya pesawat ke arah timur. “Selain itu Bandara Lombok dan Surabaya akan dijadikan bandara cadangan parkir pesawat delegasi,” imbuh Riza Fahmi. 

Mendengar paparan Riza, Menko Luhut berharap Airnav dapat melakukan perhitungan simulasi kedatangan internasional 50 persen agar dapat melihat situasi, jika pada akhir tahun nanti penerbangan sudah dibuka kembali. 

Baca Juga:   Bali United Libas Laskar Rencong 5-0

Kemudian, kunjungan dilanjutkan menuju Kura-Kura Bali dan Indonesia Coral Reef Garden (ICRG), untuk melihat langsung perkembangan pengelolaan restorasi terumbu karang Program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2020 lalu. ICRG sendiri merupakan program restorasi terumbu karang nasional yang mensinergikan unsur ilmiah dan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sumber daya pesisir-laut untuk kelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan terutama untuk edukasi-ekologi-ekonomi. Proses itu telah berhasil melakukan restorasi terumbu karang seluas 75,3 hektar (753.000 meter persegi) yang merupakan terbesar saat ini di dunia.

Baca Juga:   Diresmikan, Griya Restorative Justice di Seluruh Kecamatan di Tabanan 

Saat meninjau lokasi budidaya terumbu karang di Serangan, Menko Luhut dan rombongan sempat berdiskusi bersama pemangku kepentingan ICRG Bali di atas perahu. Setelah itu rombongan mengunjungi lokasi kebun karang ICRG yang dibangun pada tahun 2018 dan 2020 di kawasan perairan Nusa Dua. 

Lokasi terakhir yang dikunjungi Menko Luhut adalah Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. Mangrove Tahura itu telah disepakati untuk menjadi showcase mangrove bagi para Leaders di sela-sela rangkaian acara KTT G20 bulan November 2022. Kelebihan lokasi ini adalah strategis, dekat dengan pusat kota, mudah diakses, memiliki area mangrove yang luas (1.373 Ha), dan fasilitas yang cukup memadai. 

Baca Juga:   Respons Sorotan Presiden Prabowo: Ribuan Anggota TNI, Polri hingga Masyarakat Bersihkan Pantai Kuta

Saat ini Kementerian PUPR dan Kementerian LHK tengah melaksanakan penataan kawasan di area mangrove Tahura sesuai arahan Presiden Jokowi. Pembangunan fasilitas pendukung diantaranya tracking mangrove,  germination house, area pembibitan dan termasuk sistem pengairannya. Penataan kawasan mangrove Tahura diupayakan agar tidak merusak lingkungan. Jika pohon mangrove tidak dapat dipindahkan, maka alternatifnya adalah hanya memangkas (pruning) ranting mangrove. “Progress pembangunan di Tahura sudah sesuai fungsinya. Kita targetkan bulan Juni ini selesai,” pungkas Luhut. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini