Lapangan Lagoon Benoa Dirancang Jadi Taman Kota Kuta Selatan, Dilengkapi Parkir dan Zona UMKM

0
106
Lapangan Lagoon
Rapat koordinasi terkait Lapangan Lagoon yang dilaksanakan di Kecamatan Kuta Selatan. (ist)

balibercerita.com –
Lapangan Lagoon di Kelurahan Benoa direncanakan dikembangkan menjadi taman kota kecamatan lengkap dengan area parkir. Rencana tersebut mulai dimatangkan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (3/12) lalu.

Sejumlah pihak terlibat dalam pembahasan ini, mulai dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kabag Kerjasama Kabupaten Badung, Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, Lurah Benoa, hingga Ketua LPM Kelurahan Benoa. Fokus utamanya adalah pemanfaatan lahan Tahura seluas sekitar 4 hektare yang selama ini dikenal sebagai Lapangan Lagoon.

Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta mengatakan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Kawasan Tahura tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai ruang publik terbuka yang tetap mengedepankan konsep ramah lingkungan.

Baca Juga:   Keberhasilan Agroforestri Salak Bali Dipaparkan di Forum Nasional

“Intinya, kawasan ini akan dikembangkan menjadi taman kota kecamatan yang aman, nyaman, dan bisa dinikmati semua kalangan. Di dalamnya nanti ada ruang interaksi sosial, fasilitas olahraga, edukasi lingkungan, hingga area rekreasi,” jelasnya.

Selain taman, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan penataan area parkir terintegrasi untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di sekitar lokasi. Tak kalah penting, akan disiapkan pula zona UMKM ramah lingkungan yang dikelola secara tertib dan dikurasi, sebagai upaya mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga:   Tahun 2021, BBMKG III Denpasar Catat 19 Kejadian Akibat Cuaca Ekstrem di Bali

Pengembangan Lapangan Lagoon juga akan diperkaya dengan taman tematik yang mengangkat tema lingkungan hidup, flora-fauna khas Bali, serta nilai-nilai budaya lokal. Konsep ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.

Menurut Arta, Bupati Badung menekankan bahwa pembangunan taman kota ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat. Kehadiran ruang hijau diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat citra Badung sebagai daerah yang maju, hijau, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Baca Juga:   Imigrasi Tunda Keberangkatan 1.243 Jemaah Calon Haji Nonprosedural

Selain berdampak ekologis, taman ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi melalui keberadaan UMKM, serta menjadi contoh sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, kecamatan, dan masyarakat dalam mengelola ruang publik.

Dari hasil rapat, seluruh pihak sepakat bahwa pemanfaatan kawasan Tahura ini harus diperkuat dengan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai dasar hukumnya. Selanjutnya akan disusun dokumen teknis, penyesuaian regulasi, serta tahapan pelaksanaan secara bertahap. “Harapannya, taman kota terpadu ini bisa menjadi ruang publik unggulan di Kuta Selatan sekaligus simbol kolaborasi bersama,” tutupnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini