Balibercerita.com –
Di tengah dinamika sosial yang berkembang akhir-akhir ini, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai isu yang muncul agar stabilitas di Bali tetap terjaga.
“Kami menyayangkan kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini dan turut prihatin. Kami tidak menyalahkan siapapun, karena ini adalah akumulasi dari berbagai kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Surya Wijaya.
Ia mengingatkan bahwa tindakan emosional yang tidak terkendali justru dapat berdampak negatif terhadap masyarakat sendiri. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional dan daerah. Oleh karena itu, kenyamanan, keamanan, dan stabilitas harus dijaga bersama.
“Bali adalah rumah kita bersama. Pariwisata adalah lokomotif perekonomian Bali. Kalau tidak kita jaga, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Surya Wijaya mengibaratkan sektor pariwisata sebagai ayam bertelur emas, yang memberikan manfaat besar tapi memerlukan perlindungan dan perhatian terus-menerus. Ia juga mengingatkan bahwa gangguan terhadap sektor ini bisa menimbulkan persepsi negatif di mata dunia internasional, termasuk potensi munculnya travel warning dari negara-negara lain.
Ia memastikan belum ada peringatan resmi yang diterbitkan. Bahkan, tren kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan sinyal positif. Per Agustus, jumlah kunjungan wisatawan sudah mencapai 4,6 juta. Ia optimis target 6,5 juta wisatawan hingga akhir tahun bisa tercapai.
Dalam situasi yang sensitif ini, PHRI Bali telah mengeluarkan arahan kepada seluruh anggotanya untuk tetap tenang, waspada, dan aktif menyampaikan informasi yang benar kepada wisatawan. “Kita pernah melewati masa-masa sulit, seperti peristiwa bom dan pandemi. Dari situ kita belajar pentingnya menjaga citra Bali. Sekarang kita baru mulai pulih, jadi mari kita saling rangkul, bukan saling menyalahkan,” ujar Surya Wijaya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai bersih, aman, lestari, dan indah (BALI) sebagai prinsip dalam menjaga harmoni dan keberlanjutan daerah. (BC5)



















