Konferensi Internasional Bali Ocean Days Bakal Kupas Tuntas Konservasi Laut untuk Pengembangan Ekonomi Biru

0
313
Bali Ocean Days
Bali Ocean Days akan digelar pada 19-20 Januari 2024 di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Konferensi Internasional Bali Ocean Days akan digelar pada 19-20 Januari 2024 di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran. Acara yang mempromosikan pengembangan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia dan sekitarnya ini dilaksanakan Yayasan Sky Blue Sea bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta AIS Forum. 

“Kami memulai acara ini untuk mendukung perluasan Ekonomi Biru Indonesia, yang didefinisikan oleh Bank Dunia sebagai pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian, dan lapangan kerja sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut.” ucap Paul Tanjung Tan, pendiri Sky Blue Sea Foundation.

Yoke Darmawan selaku Ketua Yayasan Sky Blue Sea menerangkan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memainkan peran penting dalam masa depan lautan dunia. Mengingat tantangan lingkungan yang harus dihadapi Bali, pulau ini adalah tuan rumah yang tepat untuk konferensi baru yang menjadikan percakapan kelautan sebagai pusatnya.

Baca Juga:   Aturan Perjalanan Udara Kembali Alami Penyesuaian Per 17 Juli

Bali Ocean Days didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencapai serangkaian tujuan penting bagi masa depan bumi yakni, mengurangi polusi laut dan pengasaman laut, melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir, membalikkan krisis penangkapan ikan berlebihan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui manfaat ekonomi dan sosial dari pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Konferensi dua hari ini menghadirkan 30 pembicara terkemuka dari Indonesia dan internasional dengan berbagai latar belakang dan disiplin ilmu termasuk pejabat pemerintah, lembaga keuangan, LSM, pemangku kepentingan, dan akademisi ekonomi berkelanjutan. Mereka akan berbagi pendapat mengenai tantangan yang dihadapi, menyajikan kebijakan dan solusi, serta berdiskusi sinergi dan proyek jangka panjang di hadapan publik.

Pada Jumat (19/1), sesi konferensi akan menyoroti Tata Kelola & Pembangunan Ekonomi Biru Indonesia, Ekowisata & Pelestarian Terumbu Karang dan Keanekaragaman Hayati Laut. Dilanjutkan dengan hari kedua yang membahas isu-isu penting lainnya seperti Pengolahan Sampah & Pengurangan Polusi Plastik Laut, Perikanan Berkelanjutan & Perlindungan Spesies Terancam Punah, Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Mangrove & Lamun, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir & Edukasi Konservasi Laut. Sesi dimoderatori oleh Marializia Hasni dan Kania Sutisnawinata, dua pembawa berita terkemuka.

Baca Juga:   Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Badung Dukung Pembangunan PSEL Denpasar Raya

Hadir pula pejabat tinggi pemerintah seperti Jodi Mahardi (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), Vivi Yulaswati (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional), Sigit Reliantoro (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Nyoman Radiarta (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Perwakilan dari badan internasional, seperti Muhammad Didi Hardiana (United Nations Development Program), Anka Farita (Bank Dunia Indonesia), Nico Barito (Utusan Khusus Republik Seychelles). 

Pakar konservasi yang menghadirkan Rili Djohani (Coral Triangle Center), Imam Musthofa Zainudin (WWF Indonesia), Mark Erdmann (Conservation International) ditambah suara-suara akademis penting seperti Prof. Luky Adrianto (IPB University), Dr. Benjamin Michael Brown (Australian Institute of Marine Science) dan Mas Achmad Santosa selaku ahli hukum pendiri Indonesian Ocean Justice Initiative (IOJI). 

Baca Juga:   SPBU di Bali Tetap Beroperasi Normal Saat Pemadaman Listrik

Prof. Emil Salim selaku ekonom terkemuka dan mantan menteri maupun pelopor kebijakan dan advokasi lingkungan hidup di Indonesia akan menyampaikan pidato pada konferensi tersebut secara online.

Selain konferensi, Eco Showcase akan menampilkan organisasi-organisasi yang menyediakan produk dan layanan berkelanjutan, mulai dari produsen energi terbarukan, operator pengelolaan limbah, dan pengusaha ekonomi sirkular. Peserta pameran utama menampilkan Greenhope, Eco Tourism Bali, Ingine Wave Energy Systems, Akuo Energy, Asosiasi Liveaboard Indonesia, Plastic Bank Indonesia, The Searial Cleaners, dan program gabungan dari Universitas Melbourne dan Universitas Udayana.

Edisi perdana acara konservasi laut ini akan diakhiri dengan Sky Blue Sea Foundation Awards, sebuah upacara yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan terpilih atas kredibilitas kelestarian lingkungan mereka. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini