Mangupura, balibercerita.com –
Peletakan batu pertama Udayana Integrated Student Dormitory digelar, Selasa (22/2), dihadiri Irjen Kemendikbudristek Chatarina Muliana Girsang dan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati. Proyek ini dijadwalkan rampung pada 31 Agustus 2022. Pembangunan asrama mahasiswa Universitas Udayana (Unud) ini bertujuan menjawab keresahan para calon mahasiswa baru saat akan memulai perkuliahan di kampus Unud yang berlokasi di Jimbaran, utamanya mengenai persoalan tempat tinggal.
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU mengatakan, Udayana Integrated Student Dormitory merupakan asrama mahasiswa yang dilengkapi berbagai sarana penunjang sebagai fasilitas pendukung kawasan kampus terpadu Unud di wilayah Jimbaran. Udayana Integrated Student Dormitory siap dibangun di atas lahan seluas 4,5 ha yang berlokasi di Jl. Raya Kampus Unud, Bukit Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan. Pemanfaatan lahan dilaksanakan melalui skema kerja sama pemanfaatan Barang Milik Negara.
Udayana Integrated Student Dormitory akan terbagi dalam 22 tower dengan total kapasitas 6.000 tempat tidur dengan klasifikasi single room, split double room, double room, triple room, four-student room, dan suites. Di setiap kamar telah dirancang dan dilengkapi dengan full furniture. Guna menunjang efektivitas kegiatan mahasiswa, selain unit kamar maka Udayana Integrated Student Dormitory juga dilengkapi dengan cafetaria, mini market, ruang serbaguna, ruang bersama, fasilitas olahraga (indoor dan outdoor), dan area parkir.
Rektor Unud Prof. Antara beserta jajarannya juga telah mempertimbangkan dengan matang agar pembangunan Udayana Integrated Student Dormitory tidak memberikan efek negatif terhadap isu kesejahteraan masyarakat sekitar. Rektor Antara menegaskan bahwa keberadaan Udayana Integrated Student Dormitory ini hanya memfasilitasi mahasiswa baru dalam 1 tahun pertama berkuliah di Unud. Setelah 1 tahun berjalan, Udayana Integrated Student Dormitory akan digunakan oleh mahasiswa baru angkatan selanjutnya. Oleh karenanya mahasiswa terdahulu harus mencari tempat tinggal berupa kos-kosan milik masyarakat sekitar. (BC13)



















