balibercerita.com –
Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Badung dipicu ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dengan jumlah penduduk. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris kini telah menembus angka lebih dari 1 juta unit, sementara jumlah penduduk hanya sekitar 500 ribu jiwa.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi mengungkapkan bahwa rasio kendaraan dengan penduduk saat ini mencapai 1:2. Artinya, rata-rata satu orang memiliki dua kendaraan bermotor. “Jumlah kendaraan kita sudah di atas 1 juta unit, sedangkan penduduk sekitar 500 ribu jiwa,” ujar Wiryantara.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban jalan. Kapasitas infrastruktur yang ada dinilai tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.
Selain tingginya kepemilikan kendaraan pribadi, kemacetan juga dipengaruhi mobilitas wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kendaraan dari luar daerah yang melintasi wilayah Badung. Posisi Badung sebagai pusat pariwisata sekaligus jalur utama di Bali turut memperparah kepadatan lalu lintas.
Sebagai upaya penanganan, Dishub Badung mengoptimalkan penggunaan area traffic control system (ATCS). Sistem ini dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung serta mengatur durasi lampu lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.
Di samping itu, pemerintah daerah juga melakukan penambahan dan pelebaran ruas jalan sebagai solusi jangka panjang. “Melalui ATCS, kami berupaya mengatur arus lalu lintas agar kemacetan bisa berkurang secara bertahap,” jelasnya. (BC9)

















