balibercerita.com –
Pusat layanan kesehatan mata bertaraf internasional, JEC Bali Sanur tengah dipersiapkan menjadi sentra rujukan kesehatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Fasilitas ini akan berdiri di atas lahan seluas 6.200 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 12.000 meter persegi yang terdiri dari empat lantai dan semi-basement.
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan diproyeksikan melayani sekitar 30.000 kunjungan pasien pada tahun pertama operasionalnya. Selain menyasar masyarakat Bali, JEC Bali Sanur juga menargetkan pasien domestik Indonesia, khususnya kalangan menengah ke atas, komunitas ekspatriat, hingga pasien mancanegara.
Kehadirannya diharapkan memperkuat layanan kesehatan nasional sekaligus menekan tren masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri dengan menghadirkan fasilitas kesehatan mata berstandar global di dalam negeri. Kredibilitas JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai pengelola telah diakui secara internasional. JEC merupakan anggota World Association of Eye Hospitals (WAEH), asosiasi rumah sakit mata dunia yang beranggotakan pusat unggulan oftalmologi dari berbagai negara.
JEC bahkan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang duduk sebagai anggota dewan organisasi tersebut dan berperan aktif dalam pertukaran pengetahuan serta penguatan standar layanan kesehatan mata global. Di tingkat regional, JEC juga menjadi co-founder ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH), forum kolaborasi rumah sakit mata di Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas layanan oftalmologi kawasan.
Komitmen terhadap mutu internasional itu turut dibuktikan melalui raihan akreditasi Joint Commission International (JCI) sebanyak empat kali berturut-turut sejak 2014 hingga 2023, menjadikannya satu-satunya rumah sakit mata di Indonesia dengan pencapaian tersebut.
Mengusung konsep masa depan bertajuk “Blue Hospital”, JEC Bali Sanur mengintegrasikan prinsip rumah sakit pintar dan ramah lingkungan. Konsep yang dikembangkan konsultan global Deerns ini menitikberatkan pada sentralitas pasien, hasil kesehatan optimal, efisiensi biaya, kesejahteraan manusia, keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan.
Implementasi konsep tersebut bertujuan menciptakan lingkungan penyembuhan yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga humanis dan nyaman bagi pasien maupun tenaga medis. Operasional rumah sakit akan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu kesejahteraan manusia, keberlanjutan lingkungan, serta efisiensi operasional berbasis data real-time.
Untuk mendukung kenyamanan pengguna, berbagai fitur pintar akan diterapkan, seperti smart parking untuk kemudahan akses, smart lighting berbasis sensor gerak guna efisiensi energi, serta sensor kualitas udara di ruang-ruang strategis untuk memastikan lingkungan tetap sehat dan aman bagi tindakan medis maupun pemulihan pasien.
Dari sisi layanan medis, JEC Bali Sanur akan menghadirkan fasilitas komprehensif, mulai dari teknologi bedah katarak semi-robotik (FLACS), prosedur koreksi penglihatan seperti smile pro, lasik, dan implantable collamer lens (ICL), penanganan glaukoma, layanan vitreo-retina, pusat pengendalian miopia, hingga perawatan mata kering dengan teknologi diagnostik modern.
Dengan kelengkapan fasilitas dan standar global tersebut, JEC Bali Sanur diharapkan menjadi pusat kesehatan mata unggulan di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis kelas dunia. (BC5)


















