balibercerita.com –
Jasad warga negara asing (WNA) asal Inggris ditemukan terapung di perairan Pantai Nyang Nyang, Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (15/3) pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh wisatawan yang berada di kawasan pantai sekitar pukul 07.45 Wita.
Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dan celana pendek hitam. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk segera ditindaklanjuti. Informasi mengenai temuan jenazah itu diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 08.20 Wita, dan petugas siaga SAR langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari Babinsa Desa Pecatu yang meminta bantuan evakuasi. “Petugas siaga SAR yang bertugas hari ini menerima informasi dari Babinsa Pecatu yang meminta bantuan evakuasi terkait penemuan sesosok jenazah di tengah laut,” ujarnya.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Jonathan Joel Kennedy (39), seorang warga negara United Kingdom yang diketahui sementara tinggal di kawasan Pecatu.
Sebelumnya, tubuh korban ditemukan dalam kondisi telungkup dan mengambang sekitar 25 meter dari bibir pantai. Seorang peselancar asal Australia yang berada di lokasi bersama warga yang sedang memancing kemudian berinisiatif mendekati korban dan membawa tubuh tersebut ke pesisir pantai. Petugas dari UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta Selatan yang menerima laporan masyarakat segera menerjunkan tim dari Pos Uluwatu, Bingin, dan Labuan Sait untuk membantu proses evakuasi.
Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan Kuta Selatan, Ni Putu Sastra Labda Patni mengatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan. “Kami langsung mengerahkan anggota begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya mayat mengapung di perairan Pantai Nyang Nyang,” jelasnya.
Di sekitar lokasi penemuan, petugas juga menemukan tas milik korban yang tergeletak di pinggir pantai. Di dalam tas tersebut terdapat identitas berupa paspor atas nama korban. Proses evakuasi jenazah dari bibir pantai menuju area parkir cukup menantang karena medan yang terjal.
Petugas harus membawa jenazah menggunakan tandu dengan berjalan kaki sekitar 30 menit melalui jalur tanjakan. Setelah tiba di area parkir atas pantai, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. IGNG Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Babinsa Desa Pecatu, aparat Desa Pecatu, Balawista Kuta Selatan, serta masyarakat setempat.
Saat ini kasus penemuan jenazah tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. (BC5)


















