Mangupura, balibercerita.com –
Seiring keputusan pemerintah yang memperbolehkan kembali mudik Lebaran tahun 2022, Basarnas Bali melaksanakan Siaga SAR Khusus Lebaran tahun 2022. Diperkirakan jumlah pemudik akan membeludak, mengingat telah 2 kali masyarakat tidak diperbolehkan pulang kampung menjelang Idul Fitri karena pandemi Covid-19.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada menerangkan, kehadiran Basarnas dalam rangka siaga SAR Khusus Lebaran ini untuk mengantisipasi kondisi darurat kecelakaan transportasi. Dalam menjalankan tugasnya, Basarnas tetap bersinergi dengan instansi terkait demi terwujudnya pelayanan SAR yang optimal kepada para pemudik, dengan prinsip quick response SAR.
Sebanyak 121 rescuer terlibat dalam Siaga SAR Khusus Lebaran pada titik-titik yang dianggap rawan terjadi kecelakaan dan pusat keramaian. Personel ditempatkan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Benoa, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida dan mobiling ke objek-objek wisata. Untuk mengoptimalkan pemantauan di pelabuhan, Basarnas Bali mendirikan posko SAR. Sementara di Bandara Ngurah Rai, tim rescue bergabung dalam posko bersama dengan stakeholder. “Siaga SAR Khusus ini akan berlangsung selama 21 hari, terhitung sejak tanggal 22 April dan akan berakhir pada tanggal 12 Mei 2022,” terangnya, Senin (25/4) pagi.
Sementara, Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi dalam sambutannya yang disampaikan kepada seluruh petugas SSK Lebaran melalui Zoom meeting menekankan 6 poin penting yakni tetap menjaga protokol kesehatan dengan konsisten menerapkan 3M. Hal lainnya yang juga menjadi harapan dari Kabasarnas adalah kehadiran Basarnas harus betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat. (BC5)