Atasi Sampah Titipan di Pantai Kuta, Pengelola Perkuat Pengawasan dan Siapkan CCTV

0
5
Sampah Pantai Kuta
Salah satu titik yang menjadi lokasi penumpukan sampah di Pantai Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Tumpukan besek berisi sampah di kawasan DTW Pantai Kuta tercatat tersebar lebih dari tiga titik, mulai dari sekitar coffee shop, area skatepark, hingga sisi selatan kawasan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengawasan kini diperketat melalui patroli satgas serta koordinasi dengan petugas keamanan di sekitar lokasi. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya rutin mengangkut sampah organik setiap hari. Namun, persoalan utama justru berasal dari sampah residu dan campuran yang diduga bukan berasal dari aktivitas di pantai. “Setelah dicek petugas, indikasinya sampah dari luar. Ini yang jadi kendala karena bukan murni sampah dari aktivitas di pantai,” ujarnya.

Baca Juga:   AEBF Bahas Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pascapandemi

Keterbatasan pengawasan menjadi salah satu celah terjadinya praktik pembuangan sampah ilegal. Dengan luasnya kawasan Pantai Kuta dan minimnya tenaga pengawas, pihaknya kini mulai menjajaki penguatan sistem pengawasan, termasuk rencana pemasangan CCTV di titik-titik rawan. “Kami sedang komunikasi dengan pengusaha di sekitar apakah memungkinkan ada CCTV yang mengarah ke titik tersebut atau kami pasang sendiri dengan akses yang bisa dipantau dari HP. Ini masih tahap komunikasi,” jelasnya.

Baca Juga:   Kajian Simpang Unud Masih Bergulir, Opsi Overpass Menguat

Koordinasi juga terus dilakukan dengan Bendesa Adat Kuta dan pihak kelurahan untuk mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan dukungan dari dinas terkait. Saat ini pihaknya hanya memiliki satu armada truk pengangkut sampah sehingga belum sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menegaskan bahwa pengawasan juga diperkuat melalui keterlibatan satgas dan petugas keamanan setempat. Meski belum dilengkapi CCTV, patroli langsung di lapangan terus diintensifkan.

Selama ini penegakan sanksi masih mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Namun, melihat kondisi yang semakin meresahkan, pihak desa adat kini mulai mengarah pada penindakan tegas sesuai perarem yang berlaku. “Selama ini kami masih sosialisasi, tapi sekarang sudah mengarah ke penindakan. Kalau ketahuan melanggar, pasti kami tindak sesuai pararem,” tegasnya.

Baca Juga:   Sidak Orang Asing di Wilayah Perairan Laut Denpasar 

Dari laporan di lapangan, praktik pembuangan sampah ilegal kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hingga dini hari. Bahkan, sebagian pelaku diduga berasal dari luar wilayah Kuta, khususnya dari kawasan perbatasan seperti Legian. “Masih kucing-kucingan, biasanya malam atau dini hari. Indikasinya dari luar Kuta,” ungkapnya. (BC5)