AEBF Bahas Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pascapandemi

0
192
AEBF
LPEI atau Indonesia Eximbank saat melaksanakan pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum di Malaysia pada 15 November 2022 lalu. (ist)

Jakarta, balibercerita.com – 

Strategi untuk meningkatkan ketahanan di tengah perekonomian global yang melambat, menjadi isu prioritas yang dibahas dalam pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum (AEBF). Pertemuan yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 15-17 November 2022 itu dihadiri oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Saat itu peserta forum memiliki kesamaan pandangan bahwa kolaborasi antar-exim bank diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini, seperti perlambatan ekonomi, geopolitik, dan gangguan rantai pasok.

Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Operasional LPEI, Agus Windiarto mengatakan, melalui pertemuan itu diharapkan dapat memajukan ketahanan pangan di Indonesia, untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19. Pada kesempatan tersebut, anggota AEBF juga melakukan penandatanganan joint statement tentang dukungan AEBF terhadap pembangunan berkelanjutan, berkaitan dengan penyediaan fasilitas bersama, seperti cofinancing dan guarantee untuk mendukung pelaku usaha. 

Baca Juga:   DPRD Badung Keluarkan Tujuh Rekomendasi Terkait Kenaikan PBB-P2

Kolaborasi lain juga dilakukan dengan saling berbagi informasi, sehingga eximbank dapat lebih inovatif dan tanggap dalam menjawab kondisi perekonomian yang bergerak dinamis. “Pada kesempatan itu ditekankan bahwa dukungan kepada sektor rnvironmental, social, and governance (ESG) merupakan hal yang penting. Belajar dari pandemi, transformasi digital dan transisi energi menjadi urgen dan perlu dilakukan percepatan,” ucapnya, Mingu (27/11).

Baca Juga:   TNI AL Tunjukkan Respons Cepat dan Tanggap dalam Evakuasi KM Barcelona V

Pada pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan exim bank se-Asia itu, Thailand Eximbank berbagi informasi tentang penerapan ESG di lingkungannya. Institusi yang dimiliki seluruhnya oleh Pemerintah Thailand ini bercerita mengenai instrumen finansial berbasis ESG yang telah mereka keluarkan seperti penerbitan green bonds, dan green financing. Sedangkan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Korea Eximbank berbagi pengalaman mengenai beberapa proyek pembiayaan hijau yang telah mereka jalankan. 

Dipaparkannya, LPEI sendiri telah memasukkan ESG sebagai value proposition yang menunjukkan dukungan LPEI kepada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Hal itu sejalan dengan anjuran OJK atau lembaga keuangan di Indonesia, untuk menerapkan keuangan berkelanjutan. “Pada intinya bagaimana kita bisa memulihkan ekonomi. Seperti upaya yang kami lakukan saat G20 di Bali, dengan memberi pelatihan dan pendampingan melalui marketing hand holding program kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor,” bebernya.

Baca Juga:   Tambah Dua Guru Besar, Reputasi Unwar Diyakini Meningkat

Selaku lembaga keuangan dengan mandat mendorong peningkatan ekspor di Indonesia, LPEI juga terus mempertajam value proposition-nya ke dalam strategi bisnis, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan global. LPEI terus memperkuat kerja sama dengan ekosistem ekspor Indonesia, memperluas layanan, serta mengikutsertakan ESG untuk membuka lebih banyak peluang untuk kemajuan ekspor Indonesia. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini