Bangunan Kosong Eks Matahari Kuta Square Terbakar

0
216
Matahari Kuta Square
Asap hitam yang membumbung akibat kebakaran bangunan eks Matahari Kuta Square. (ist)

balibercerita.com –
Asap tebal berwarna pekat kehitaman membumbung tinggi dari wilayah Kuta pada Selasa (16/9) pagi. Hal ini sempat memicu kepanikan di kawasan jantung pariwisata Bali, silih berganti masyarakat mengabadikan peristiwa kebakaran sebuah gedung kosong eks Matahari Kuta Square, di Jalan Tegal Wangi Kuta.

Lurah Kuta, Putu Dedik Adi Ardiana menerangkan, pihaknya menerima informasi kejadian sekitar pukul 07.15 Wita. Setelah dicek, asap tebal pekat dan menyengat sudah menyelimuti kawasan tersebut. Ia kemudian menghubungi Diskarmat Badung untuk meminta penanganan dan peristiwa itu sudah langsung diatensi.

Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 Wita, dengan menggunakan sejumlah armada Diskarmat Badung. “Itu bangunan kosong berlantai tiga. Tidak ada korban, tidak ada barang-barang lagi disana. Yang terbakar furniture dinding bangunan dan meja-meja tidak terpakai,” ucapnya.

Baca Juga:   Unud Luncurkan Proyek IPST di Kampus Jimbaran, Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy

Untuk penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Lokasi bangunan sendiri berada di kompleks yang padat, dan letaknya mepet dengan bangunan usaha lainnya. Beruntung petugas dengan cepat menangani sehingga kebakaran tidak sampai merembet ke bangunan lainnya yang ada disekitar.

Upaya pemadaman sempat terkendala dengan asap tebal yang berwarna pekat hitam. Kondisi itu dinilai cukup membahayakan sehingga petugas menggunakan alat bantu pernapasan untuk masuk ke dalam bangunan dan memecahkan beberapa kaca bangunan.

Walaupun bangunan itu sudah lama kosong, namun belakangan kabarnya terdapat aktivitas dari pekerja di lokasi kejadian. Informasi sepintas, katanya aktivitas pekerja berkaitan dengan perbaikan gedung. Namun, sejauh ini belum ada informasi pasti yang diterima pihaknya terkait hal itu. Untuk itu ia meminta pemilik bangunan agar bisa mengatensi bangunan miliknya agar tidak sampai kejadian tersebut terulang.

Baca Juga:   Cek Proyek TPS 3R, Ini Penekanan Wawali Denpasar

“Bangunan itu sudah lama kosong, itu sebelum pandemi Covid-19. Jadi saya minta pemilik bangunan untuk dapat memperhatikan bangunannya, apalagi ini sudah terbengkalai cukup lama, jangan sampai peristiwa ini terulang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung, I Wayan Wirya menyampaikan bahwa ketika informasi diterima pihaknya pukul 06.47 Wita, ia langsung menerjunkan personel dan armada ke lokasi. Adapun objek yang terbakar berupa satu unit gedung dengan luas sekitar 20 are, dengan waktu pemadaman api sekitar 2 jam lebih 20 menit. Penyebab kebakaran diperkirakan akibat korsleting listrik.

Baca Juga:   Cedera Saat Tracking di Gunung Agung, WNA Dievakuasi Tim SAR

Pihaknya mengerahkan sembilan unit mobil pemadam dari beberapa pos, yakni Pos Kunti (BW 12, BW 16, Ranger), Pos Majapahit (BW 05, BW 20), Pos Induk (BW 01, BW 03, BW 19), serta BW 11 dari Pos Dalung. Total air yang digunakan mencapai sekitar 58.000 liter.

“Tindakan pengamanan dilakukan tidak hanya dari Damkar saja, melainkan dibantu oleh unsur kepolisian, linmas, PLN, satpam, dan masyarakat setempat. Api dapat dikendalikan dan tidak ada korban jiwa,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini