Kawasan Mangrove Baru di Mandalika Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Alam

0
247
Mandalika mangrove
Penanaman mangrove di kawasan Mandalika. (ist)

balibercerita.com –
Hutan mangrove di The Mandalika, Lombok Tengah, kini tidak hanya dipandang sebagai sabuk hijau pelindung pantai, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan ekowisata yang tengah dikembangkan. Melalui program InJourney Green Mandalika, ratusan bibit mangrove ditanam di lahan sekitar 960 meter persegi di kawasan Lot MG, Minggu (14/9).

Lot MG yang akan dikembangkan menjadi Mandalika Mangrove Sanctuary seluas 47,8 hektare dirancang bukan sekadar ruang konservasi, melainkan juga arena belajar dan wisata alam. Nantinya, pengunjung bisa menikmati boardwalk, jalur kano, menara pengamatan burung, hingga taman burung alami yang menghadirkan pengalaman dekat dengan ekosistem pesisir.

Baca Juga:   Yoga, Wisata Wellness yang Belum Digarap Maksimal

Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyebutkan bahwa keberadaan mangrove penting sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, banjir rob, serta penyerap karbon. “Mangrove memiliki peran vital untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Dengan konservasi ini, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata di Mandalika tetap berpijak pada keberlanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:   Turis Asing yang Datang ke Bali Bisa Kunjungi Tempat Wisata Daerah Lain

Hal senada diungkapkan Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, yang menekankan bahwa sanctuary mangrove ini akan memperkuat daya dukung kawasan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. “Konservasi mangrove bukan hanya menjaga ekologi, tapi juga membuka peluang ekowisata baru yang bisa meningkatkan nilai destinasi internasional The Mandalika,” jelasnya.

Hutan mangrove di Mandalika juga menjadi rumah bagi lebih dari 50 spesies burung, termasuk burung migran dari Australia yang rutin datang setiap tahun. Fakta ini semakin memperkuat Mandalika sebagai kawasan konservasi penting yang kaya nilai ekologi sekaligus atraksi wisata berkelas dunia.

Baca Juga:   Kunjungan Ke GWK Melonjak, Lampui Capaian Sebelum Pandemi

Program ini selaras dengan sustainable development goals (SDGs), khususnya menjaga ekosistem laut (SDG 14) dan keanekaragaman hayati darat (SDG 15), menjadikan Mandalika contoh konkret harmoni antara konservasi lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini