Dua Buruh Asal Jember Hilang Terseret Arus di Pantai Greenbowl, Pencarian Libatkan Drone Thermal dan AquaEye

0
6
Hilang di Pantai Greenbowl
Petugas SAR saat melakukan pencarian korban. (ist)

balibercerita.com –
Dua buruh asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga Senin (29/6) petang, masih dinyatakan hilang setelah diduga terseret arus saat mandi di Pantai Greenbowl, Desa Ungasan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir perairan dan garis pantai menggunakan berbagai peralatan canggih, termasuk drone thermal dan AquaEye.

Peristiwa naas itu terjadi pada Minggu (28/6), sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, lima orang sedang beraktivitas di kawasan Pantai Greenbowl. Tiga orang diantaranya berjalan menyusuri pantai untuk mencari kepiting, sedangkan dua lainnya tetap mandi di laut.

Tak lama kemudian, kedua korban terlihat terseret arus ke tengah laut. Rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan dan melakukan pencarian secara mandiri, namun derasnya arus dan gelombang besar membuat keduanya hilang dari pandangan.

Baca Juga:   AirAsia RedRun 2025, Simbol Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dorong Sport Tourism dan Pariwisata Berkelanjutan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dan segera mengerahkan personel ke lokasi. “Menurut informasi yang kami terima, perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 12.00 Wita,” ujar Sidakarya pada Senin (29/6).

Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Roni Firmansyah (24), buruh asal Dusun Badean Kulon, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, serta Dimas Hilman Hafizudin (21), buruh asal Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Tujuh personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar diberangkatkan menuju lokasi pada Senin sekitar pukul 06.00 Wita. Setibanya di lokasi, mereka langsung bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk melakukan operasi pencarian.

Baca Juga:   Arus Lalin di Kuta Alami Penyesuaian Selama Upacara Nangluk Merana Berlangsung

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan membagi pencarian ke dalam beberapa search and rescue unit (SRU). Tim laut melakukan penyisiran di area perairan menggunakan satu unit rubber boat, sementara tim darat dibagi menjadi dua kelompok yang menyisir sepanjang garis pantai di sekitar lokasi kejadian. “Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal untuk pemantauan udara dan AquaEye sebagai alat pendeteksi objek di bawah permukaan air,” jelas Sidakarya.

Sejak pagi, SRU laut bergerak dari Pantai Pandawa menuju area pencarian sesuai rencana operasi. Sementara itu, tim darat melakukan penyisiran sepanjang bibir Pantai Greenbowl hingga radius sekitar 2 kilometer ke arah timur dan barat. Pemantauan dari atas tebing Greenbowl juga dilakukan guna memperluas jangkauan pencarian.

Baca Juga:   Rencana Pembangunan PSEL Denpasar Raya Terus Dimatangkan

Namun hingga operasi hari pertama berakhir, kedua korban belum berhasil ditemukan. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (30/6), dengan memperluas area penyisiran berdasarkan perhitungan arah arus dan pengaruh angin.

Sidakarya juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan maupun alam terbuka. “Dalam sebulan terakhir penanganan yang kami lakukan didominasi kejadian di perairan, seperti perahu terbalik, terseret arus maupun terjebak di tebing pantai. Sebaiknya masyarakat lebih waspada dan memperhatikan kondisi cuaca serta karakteristik lokasi sebelum beraktivitas,” imbaunya. (BC5)