Ini Kendala Pembongkaran Bangunan Ilegal di Pantai Bingin

0
236
Pantai Bingin
Alat berat melakukan pembongkaran bangunan ilegal di Pantai Bingin. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Satpol PP Badung terus berupaya mempercepat proses pembongkaran 48 bangunan pariwisata ilegal di Pantai Bingin Desa Pecatu. Alat berat ditambah, sehingga kini ada 3 alat berat yang bekerja meratakan bangunan.

Namun, upaya tersebut dihadapkan dengan tantangan tebing yang curam, bangunan yang rapuh dan banyak palinggih. Ditambah lagi lalu lalang kunjungan wisatawan yang berselancar, sehingga pengerjaan dilakukan dengan sangat berhati-hati.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara mengatakan bahwa upaya pembongkaran bangunan terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Pada Rabu (6/8), pihaknya menambah 1 unit alat berat, sehingga total alat berat yang bekerja di lapangan saat ini berjumlah 3 unit.

Baca Juga:   Cuaca Ekstrem Perparah Abrasi di Pantai Kuta

“Alat berat yang kita pakai itu tipe 75 (breaker), yang lainnya tipe 75 ekskavator dan tipe 200 ekskavator yang bisa diganti menjadi breaker juga,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/8).

Kendati kini ada 3 unit alat berat di lapangan, namun yang dapat dioperasikan baru 1 unit karena pondasi jalan yang dibuat masih agak rapuh. Medan yang sangat curam membuat pekerja harus ekstra berhati-hati di lapangan. Bangunan yang dibongkar sebagian besar rapuh karena hanya menempel pada tebing menggunakan sistem kuncian seadanya.

Baca Juga:   Wabup Sutjidra Kunjungi Keluarga Terdampak Tanah Longsor di Desa Bebetin

“Kami masih terus membuat akses masuk untuk alat berat yang lebih besar. Pembuatan jalur ini sangat menantang karena lokasi yang terjal dan berisiko longsor. Setelah bangunan terbongkar baru nampak curamnya tebing,” bebernya.

Selain medan ekstrem, proses pembongkaran juga mempertimbangkan lalu lintas wisatawan yang berselancar ke pantai meski lewat jalur yang berbeda. Termasuk keberadaan palinggih-palinggih sakral yang tersebar di sekitar bangunan liar. Petugas diminta ekstra waspada agar tidak sampai merusak area suci tersebut. Setiap pekerjaan yang dilakukan juga meminta saran dan masukan kepada pemangku dan Bendesa Adat Pecatu.

Baca Juga:   Pendaki Swiss Terjatuh di Rinjani, Dievakuasi dengan Helikopter

Progres pembongkaran saat ini baru mencapai 30 persen, relatif lambat karena tantangan yang dialami di lapangan. Area yang dibongkar saat ini sudah menuju ke tengah-tengah dan belum bisa ke bawah. Untuk target pembongkaran diperkirakan rampung dilaksanakan pada akhir bulan Agustus. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini